Hasil undian Piala AFF 2026 akhirnya keluar di Jakarta, Kamis lalu. Dan bagi pelatih Thailand, Anthony Hudson, hasil itu membawa angin lega. Kenapa? Karena tim asuhannya tak satu grup dengan Timnas Indonesia sejak fase awal.
Thailand masuk ke dalam Grup B. Di sana, mereka akan berjibaku melawan Malaysia, Filipina, Myanmar, dan Laos. Bukan grup yang mudah, tentu saja. Tapi setidaknya, duel panas melawan Indonesia yang sering penuh kejutan bisa dihindari dulu.
“Kami sangat senang dengan hasil drawing ini,” ucap Hudson.
“Memang tidak ada laga yang gampang, semua tim punya daya saing. Tapi ya, kami puas dengan undian yang didapat,” lanjutnya, seperti dilaporkan media.
Di sisi lain, Indonesia justru terlempar ke dalam kawah panas. Mereka menghuni Grup A bersama Vietnam, Singapura, Kamboja, plus pemenang playoff Brunei atau Timor Leste. Banyak yang langsung menjuluki ini ‘grup neraka’, terutama karena mempertemukan dua raksasa: Indonesia dan Vietnam.
Hudson sendiri tak menampik kalau melihat komposisi grup lain itu. Menurutnya, keberadaan Indonesia dan Vietnam di grup terpisah adalah sebuah ‘keberuntungan’ untuk perjalanan awal Thailand.
“Kalau lihat grup lain, Anda bisa lihat ada Indonesia dan Vietnam. Di grup kami, setiap laga pasti akan rumit dan sulit juga. Tapi kalau disuruh milih, ya grup kamilah yang kami pilih,” tutur pelatih asal Inggris itu.
Pernyataannya itu seperti mengonfirmasi sesuatu: Indonesia dan Vietnam adalah lawan yang paling ingin dihindari Thailand sejak babak grup. Rivalitas panjang dan tensi tinggi setiap ketemu di turnamen regional kerap menjadi batu sandungan yang merepotkan.
Piala AFF 2026 sendiri rencananya digelar mulai 24 Juli hingga 26 Agustus mendatang. Formatnya tetap: fase grup memakai sistem kandang-tandang, masing-masing tim main empat laga. Konsistensi sejak pertandingan pertama jadi kunci.
Dua tim terbaik dari tiap grup melaju ke semifinal. Babak gugur juga tetap memakai sistem home-away, termasuk final. Artinya, mental dan stamina pemain akan diuji ekstra.
Secara sejarah, Thailand adalah raja di ajang ini dengan tujuh gelar juara. Singapura ada di belakangnya dengan empat trofi, sementara Vietnam juara bertahan sudah tiga kali menang.
Lalu Indonesia? Prestasi terbaik Garuda sejauh ini adalah enam kali menjadi runner-up. Itu catatan yang sekaligus jadi motivasi besar. Edisi 2026 ini, mereka pasti ingin sekali mematahkan dominasi rival-rival lamanya dan akhirnya mengangkat piala pertama.
Artikel Terkait
Trans7 Siarkan Langsung Balapan Veda Ega Pratama di Moto3 Spanyol 2026
Iran Dipastikan Tampil di Piala Dunia 2026, AS Beri Syarat Ketat soal Rombongan Tim
PSG Siapkan Dana Tak Terbatas dan Gaji Selangit untuk Rebut Gabriel Magalhães dari Arsenal
Red Sparks Resmi Rekrut Zhong Hui Gantikan Megawati Hangestri