JAKARTA Musim baru Super League Indonesia belum juga dimulai, tapi bursa transfernya sudah mulai panas. Polanya mulai kelihatan, dan satu hal yang mencolok: pemain Brasil lagi-lagi jadi incaran utama. Mereka bukan cuma pelengkap, tapi nyaris jadi poros yang bakal mengubah wajah kompetisi.
Ambil contoh Victor Luiz dari PSM Makassar. Bek kiri ini udah lebih dulu jadi buah bibir. Dia itu bukan bek biasa yang cuma tahu mengclear bola. Gaya mainnya modern; solid di bertahan, tapi juga pinter banget bikin serangan dari sisi kiri lapangan.
Selama beberapa musim terakhir, konsistensinya patut diacungi jempol. Dia ngerti ritme permainan. Dari umpan-umpan pendek yang akurat sampe nyelip masuk ke kotak penalti lawan, Victor sering jadi awal mula serangan berbahaya. Makanya, gak heran klub-klub besar kayak Persib, Persebaya, sama Persija ngilerin dia.
Di liga kita yang kadang masih mengandalkan skill individu, pemain kayak Victor yang punya disiplin taktik sekaligus kreativitas emang langka. Harganya pasti mahal.
Tapi PSM kayaknya sadar betul sama hal itu. Isu perpanjangan kontrak Victor sampe 2028 itu bukan cuma formalitas. Itu pernyataan tegas: mereka gak mau kehilangan pilar penting di tengah hiruk-pikuk perebutan pemain.
"
Lain cerita di Jakarta. Persija justru bergerak cepat dengan mendatangkan pemain baru. Allano Lima, winger asal Brasil, jadi tanda kalau Macan Kemayoran lagi serius-seriousnya.
Allano ini bukan pemain muda yang butuh waktu lama buat adaptasi. Di umur 30 tahun, justru pengalaman jadi modal utamanya. Dia udah maen di berbagai liga Brasil, Portugal, Turki, sampai Jepang yang bikin wawasannya luas.
Pengalaman lintas negara itu bikin gaya mainnya fleksibel. Bisa di sayap, bisa juga motong ke tengah. Kadang malah bisa jadi second striker. Dia bukan tipikal winger yang cuma ngandalin kecepatan, tapi juga pinter baca permainan.
Buat Persija, kedatangan Allano kayaknya jadi jawaban atas masalah inkonsistensi di lini depan beberapa musim belakangan. Mereka butuh pemain yang bisa langsung berdampak. Allano diharapkan bisa jadi solusi.
Artikel Terkait
Leclerc Soroti Kekurangan Power Unit Ferrari Usai Podium Ketiga di Jepang
PSS Sleman di Puncak Pegadaian Championship, Tekanan Meningkat Jelang Akhir Musim
PSIS Semarang Hadapi Barito Putera dalam Duel Penuh Tekanan di Liga 2
Didi Hamann: Harry Kane Nyaman di Bayern, Kemungkinan Kembali ke Premier League Tipis