“Kalau permainan jadi terlalu bebas, kita jadi rentan diserang balik. Itu risiko yang harus kita minimalkan,” tegasnya.
Di sisi lain, ia mengakui performa tim secara keseluruhan lebih rapi ketimbang saat melawan Swiss, meski gol yang tercipta lebih sedikit. Peluang sebenarnya banyak tercipta di babak pertama, sayang belum jadi gol.
Jerman akhirnya membuka keunggulan lewat eksekusi penalti Kai Havertz tepat sebelum turun minum. Ghana sempat menyamakan kedudukan di menit ke-70 melalui Issahaku Fatawu, sebelum Deniz Undav menjadi pahlawan dengan gol kemenangan di menit ke-88.
Pesan Nagelsmann jelas: kemenangan itu baik, tapi penyesuaian gaya bermain harus segera dilakukan. Peringatan itu ia sampaikan dengan nada serius, mengingat Piala Dunia sudah tak lama lagi.
Artikel Terkait
Italia Hadapi Bosnia di Zenica dalam Final Kualifikasi Piala Dunia 2026
Herdman Soroti Performa Cemerlang Calvin Verdonk di Tengah Kekalahan Timnas Indonesia
Pelatih Bulgaria Puji Level Timnas Indonesia Usai Kemenangan Tipis di Final FIFA Series
Timnas Indonesia Kalah Tipis dari Bulgaria di Final FIFA Series, Verdonk: Kami Tampil Lebih Baik