Timnas Indonesia Kalah Tipis dari Bulgaria di Final FIFA Series, Verdonk: Kami Tampil Lebih Baik

- Selasa, 31 Maret 2026 | 06:00 WIB
Timnas Indonesia Kalah Tipis dari Bulgaria di Final FIFA Series, Verdonk: Kami Tampil Lebih Baik

Laga final FIFA Series 2026 berakhir dengan kekecewaan untuk Timnas Indonesia. Di hadapan pendukungnya sendiri di SUGBK, Senin malam (30/3), Garuda tumbang 0-1 dari Bulgaria. Tapi, jangan salah. Atmosfer di lapangan dan komentar setelah pertandingan justru bicara lain.

Calvin Verdonk, bek sayap yang tampil solid, tak menyembunyikan rasa kecewa. Namun, nada suaranya lebih terdengar optimis ketimbang patah arang.

"Ya, begitulah adanya. Kami kalah, tetapi bermain sangat baik," ujar Verdonk blak-blakan.

Memang, statistik skor tak berpihak. Satu-satunya gol lahir dari titik putih di menit ke-38, dieksekusi sempurna oleh Marin Petkov. Tapi coba lihat lagi jalannya pertandingan, terutama setelah turun minum. Indonesia justru yang lebih banyak mengancam. Mereka menekan, menciptakan peluang, dan hampir saja menyamakan kedudukan.

Momen paling menyayat datang di menit ke-71. Ole Romeny sudah memperdaya kiper, sontekannya halus. Sayang sekali, bola malah membentur mistar. Hanya selisih sentimeter! Itu jadi gambaran betapa nasib lagi tak di pihak Garuda malam itu.

Di sisi lain, Verdonk punya sudut pandang menarik. Bagi dia, laga ini bukan cuma sekadar final. Ini ujian pertama yang serius di bawah komando John Herdman. Menghadapi tim peringkat 85 dunia asal Eropa, menurutnya, adalah tolok ukur yang pas.

"Hari ini kami melawan tim bagus dari Eropa, dan saya rasa kami tampil lebih baik dari mereka," terangnya.

Pernyataan itu bukan sekadar hiburan. Kalau dicermati, permainan Indonesia terlihat lebih terstruktur dan berani. Mereka tidak gentar, bahkan mendikte permainan di beberapa fase. Tapi ya itu tadi, sepak bola kadang kejam. Dominasi belum tentu jadi jaminan tiga poin.

Namun begitu, Verdonk tak mau tim larut terlalu lama. Kekalahan ini harus jadi bahan bakar. Fokusnya sekarang adalah bagaimana bangkit dan mengubah performa bagus itu jadi kemenangan nyata di pertandingan mendatang.

"Sekarang kami harus bisa memenangkan pertandingan seperti ini dan terus berkembang," pungkasnya singkat.

Pesan jelas. Ada fondasi yang ditinggalkan pelatih baru. Ada semangat yang terpantik. Tinggal bagaimana mengasah efektivitas di depan gawang lawan. Hasil pahit di final ini, kalau dipetik pelajarannya, bisa jadi modal berharga untuk laga-laga selanjutnya.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar