PSM Makassar Hadapi Transisi Besar Usai Ditinggal Yuran Fernandes dan Aloisio Neto, Dusan Lagator Jadi Andalan Baru

- Minggu, 31 Mei 2026 | 22:30 WIB
PSM Makassar Hadapi Transisi Besar Usai Ditinggal Yuran Fernandes dan Aloisio Neto, Dusan Lagator Jadi Andalan Baru

Musim baru Liga Super belum bergulir, namun PSM Makassar sudah dihadapkan pada pekerjaan rumah besar yang akan menentukan arah perjalanan tim dalam beberapa tahun ke depan. Kepergian dua pilar asing di lini pertahanan, Yuran Fernandes dan Aloisio Neto, memaksa Pasukan Ramang memasuki fase transisi yang tidak mudah. Bagi sebagian besar pendukung, kehilangan Yuran Fernandes menjadi pukulan yang paling berat.

Bek asal Cape Verde itu bukanlah pemain asing biasa. Selama empat musim membela Juku Eja, ia bertransformasi menjadi simbol ketangguhan lini belakang, sosok pemimpin di ruang ganti, sekaligus figur yang menjaga stabilitas tim dalam berbagai tekanan. Ketika Wiljan Pluim hengkang, tongkat kepemimpinan pun berpindah ke tangan Yuran. Dalam dua musim terakhir, ia bukan sekadar kapten yang mengenakan ban di lengan, melainkan pemain yang benar-benar menjadi wajah perjuangan tim di lapangan. Karena itu, keputusannya untuk mengakhiri kebersamaan dengan PSM dan memilih bergabung bersama Persebaya Surabaya meninggalkan lubang besar yang harus segera ditutup oleh manajemen.

Situasi semakin menantang apabila Aloisio Neto juga benar-benar tidak masuk dalam skema skuad musim depan. Artinya, PSM berpotensi kehilangan dua bek asing utama dalam satu waktu secara bersamaan. Dalam sepak bola modern, kehilangan satu bek inti saja sudah mampu mengganggu keseimbangan tim, apalagi jika yang pergi adalah pemain yang selama ini menjadi fondasi pertahanan.

Namun di balik situasi tersebut, manajemen PSM tampaknya sudah menyiapkan langkah antisipasi jauh sebelum kabar kepergian Yuran mengemuka. Salah satu indikasinya terlihat dari keputusan mendatangkan Dusan Lagator pada putaran kedua kompetisi musim lalu. Saat pertama kali diperkenalkan, kedatangan pemain asal Montenegro itu tidak langsung mendapat sorotan besar. Tidak banyak yang mengenalnya, dan sebagian suporter bahkan menganggap kehadirannya hanya sebagai tambahan kedalaman skuad di sektor belakang.

Seiring berjalannya waktu, Dusan mulai menunjukkan alasan mengapa PSM merekrutnya. Dengan postur mencapai 190 sentimeter, kemampuan duel udara yang kuat, serta pengalaman panjang bermain di kompetisi Eropa, ia menghadirkan karakter yang selama ini dibutuhkan tim. Secara teknis, Dusan memang tidak seagresif Yuran dalam memimpin rekan-rekannya di lapangan, namun kualitasnya cukup menjanjikan. Sepanjang karier profesionalnya, pemain berusia matang ini telah mencatatkan lebih dari 300 penampilan dengan torehan belasan gol dan assist. Catatan itu menunjukkan bahwa dirinya bukan hanya sekadar bek bertahan, tetapi juga mampu memberikan kontribusi saat tim melakukan situasi bola mati.

Bersama PSM pada paruh kedua musim 2025/2026, Dusan langsung mendapatkan kepercayaan tampil dalam 12 pertandingan Super League. Dari jumlah tersebut, ia berhasil menyumbangkan dua gol kontribusi yang cukup baik untuk seorang pemain bertahan. Yang lebih penting, kehadirannya membuat lini belakang PSM terlihat lebih tenang dan terorganisir dalam beberapa pertandingan krusial. Karena itu, jika berbicara tentang sosok yang paling berpeluang mengisi kekosongan yang ditinggalkan Yuran Fernandes, nama Dusan Lagator menjadi kandidat terdepan.

Memang, menggantikan Yuran bukan perkara mudah. Pengaruh pemain asal Cape Verde itu tidak hanya diukur dari statistik atau kemampuan bertahan semata. Ia meninggalkan warisan kepemimpinan yang harus dibangun kembali oleh pemain lain. Namun Dusan memiliki modal untuk berkembang menjadi figur penting baru di jantung pertahanan PSM.

Di sisi lain, satu nama lain yang diprediksi akan dipertahankan adalah Sheriddin Boboev. Penyerang asal Uzbekistan tersebut memang belum sepenuhnya memperlihatkan performa terbaiknya sejak bergabung. Akan tetapi, manajemen diyakini masih melihat potensi yang bisa dikembangkan pada musim mendatang. Terlebih, proses adaptasi pemain asing di kompetisi Indonesia tidak selalu berjalan instan. Banyak pemain yang membutuhkan satu musim penuh sebelum benar-benar mampu menunjukkan kualitas terbaiknya. Situasi inilah yang membuat peluang Boboev bertahan masih cukup terbuka.

Jika Dusan diproyeksikan menjadi fondasi baru di lini belakang, maka Boboev bisa menjadi bagian dari proyek regenerasi sektor depan yang tengah disusun oleh manajemen. Keputusan mempertahankan dua pemain ini juga dapat menjadi langkah yang lebih realistis dibanding melakukan perombakan total pemain asing. PSM saat ini membutuhkan stabilitas. Terlalu banyak pergantian pemain asing dalam satu waktu justru berisiko membuat proses adaptasi tim menjadi lebih panjang. Mempertahankan pemain yang sudah memahami atmosfer klub, karakter kompetisi, serta kultur sepak bola Makassar menjadi pilihan yang cukup masuk akal.

Meski demikian, keputusan akhir tetap akan sangat bergantung pada pelatih kepala baru yang akan ditunjuk oleh manajemen. Pelatih baru tentu memiliki kebutuhan dan filosofi permainan tersendiri. Ia akan menentukan pemain seperti apa yang dibutuhkan untuk membangun skuad musim depan. Namun jika melihat kondisi saat ini, Dusan Lagator dan Sheriddin Boboev memiliki peluang besar untuk tetap menjadi bagian dari proyek baru Pasukan Ramang.

Di tengah kepergian Yuran Fernandes dan potensi hengkangnya Aloisio Neto, keduanya bisa menjadi titik awal bagi PSM untuk membangun kembali kekuatan tim. Sebab dalam setiap masa transisi, selalu ada pemain yang pergi dan meninggalkan jejak. Tetapi selalu ada pula pemain baru yang perlahan muncul untuk mengambil peran lebih besar. Dan di PSM Makassar, nama Dusan Lagator tampaknya sedang bergerak menuju peran tersebut.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar