Di sisi lain, di atas lapangan, Fu adalah rival yang paling ditakuti. Terutama bagi pasangan ganda putra Indonesia. Namanya seolah jadi penghalang besar.
Prestasinya berbicara sendiri. Dia meraih dua medali emas Olimpiade berturut-turut, dan itu dengan pasangan yang berbeda. Pertama di London 2012 bersama Cai Yun.
Lalu, keajaiban itu terulang di Rio 2016. Kali ini, pendampingnya adalah Zhang Nan.
Begitu tulis laporan Sohu Sports. Memang, periode itu adalah era dominasinya.
Namun begitu, meski kerap menjadi 'musuh' bagi atlet Tanah Air, Fu Haifeng punya rasa hormat tersendiri pada Indonesia. Rivalitas sengitnya dengan para legenda Indonesia justru membentuk narasi epik. Narasi yang membuatnya selalu dikenang, bahkan disegani, oleh para penggemar bulu tangkis di sini. Sebuah ironi yang manis, dari seorang legenda dengan akar yang tak pernah benar-benar terputus.
Artikel Terkait
Veda Ega Pratama Ukir Sejarah, Pembalap Indonesia Pertama Podium di MotoGP
Timnas Indonesia Hadapi Saint Kitts dan Nevis dengan Selisih Nilai Pasar Pemain 50 Kali Lipat
Eredivisie Tegaskan Tak Akan Ulangi Pertandingan Meski Status Pemain Dipertanyakan
Kiandra Ramadhipa Siap Berlaga di FIM Moto3 Junior World Championship 2026