JAKARTA – Maximo Quiles memang keluar sebagai pemenang di Moto3 Brasil 2026. Tapi, di balik gelar juara itu, ada cerita yang bikin geleng-geleng. Murid Marc Marquez ini ternyata masih kalah cepat dari Veda Ega Pratama, sang wakil Indonesia.
Balapannya sendiri berjalan dramatis. Sempat dihentikan karena bendera merah, lomba jadi berubah total. Padahal, sebelum insiden itu, Quiles tampak begitu perkasa. Dia memimpin dengan jarak aman, sampai-sampai keunggulannya mencapai 3,4 detik di lap ke-15. Rasanya, kemenangan sudah di genggaman. Tapi, red flag datang dan semua keuntungan itu menguap begitu saja.
Setelah restart, balapan cuma berlangsung lima lap. Semua pembalap harus mulai dari nol lagi, termasuk Quiles. Meski momentumnya buyar, pembalap 18 tahun itu tetap menunjukkan mental baja. Dia berhasil mempertahankan posisi terdepan dan menang tipis, hanya 0,143 detik di atas Marco Morelli, rekan setimnya sendiri.
Namun begitu, Quiles tak bisa menyembunyikan kekecewaannya.
“Ya, kecewa dengan bendera merahnya. Tapi yang penting, semoga semua orang dalam kondisi baik,” ucapnya di parc ferme.
Dia mengaku sudah merasa sangat nyaman dengan ritmenya sebelum lomba dihentikan. Bahkan, jarak yang dia buat dari pembalap di belakangnya terasa sangat meyakinkan.
Di sisi lain, ada fakta menarik yang muncul dari data lap time. Meski jadi juara, catatan waktu tercepat Quiles setelah restart justru kalah dari Veda Ega Pratama.
Artikel Terkait
Hakim Danish Fokus Bangkit di COTA Usai Kalah dari Veda Ega
Mohamed Sahah Pamit dari Liverpool, Akhiri Era Gemilang di Anfield
Veda Ega Pratama Rebut Podium Moto3 Brasil di Lap Terakhir
Otamendi Umumkan Pensiun dari Timnas Argentina Usai Piala Dunia 2026