Selain itu, Lens sendiri sedang bersiap untuk semifinal Coupe de France melawan Toulouse pada 22 April. Jadi, bagi mereka, menambah jadwal ulang sama sekali tidak realistis.
Efek Domino dan Kenangan Pahit
Ini bukan pertama kalinya PSG meminta keringanan seperti ini. Sebelumnya, saat menghadapi Chelsea di fase sebelumnya Liga Champions, mereka juga dapat penundaan jadwal liga. Saat itu, PSG punya waktu istirahat lebih panjang, sementara Chelsea harus berjuang di tengah jadwal padat Premier League. Hasilnya? Chelsea tersingkir dengan agregat yang cukup telak.
Kebijakan serupa sebelumnya sudah bikin geram. Penundaan laga PSG melawan Nantes dulu sempat memicu protes suporter, yang merasa tim mereka dirugikan karena harus main dengan jadwal yang berantakan.
Nah, kali ini efeknya seperti domino. Klub lain, Strasbourg, juga dilaporkan mengajukan permintaan serupa untuk menunda laga melawan Brest. Alasannya mirip: bentrok dengan jadwal kompetisi Eropa.
Sekarang, LFP ada di posisi yang serba salah. Di satu sisi, mereka tentu ingin klub-klub Prancis sukses di Eropa. Tapi di sisi lain, keadilan kompetisi domestik juga harus dijaga. Jangan sampai ada kesan klub besar dapat fasilitas khusus.
Dengan tensi di puncak klasemen yang makin panas, keputusan LFP soal permintaan PSG ini pasti akan jadi sorotan tajam dalam hari-hari mendatang. Semuanya sedang menunggu.
Artikel Terkait
Herdman Panggil Elkan Baggott ke Timnas Indonesia Setelah Hampir Dua Tahun Absen
Timnas Indonesia Umumkan Skuad FIFA Series, Kombinasikan 10 Pemain Lokal dan 14 Diaspora
Pengusaha Beri Mobil Rp 500 Juta untuk Veda Ega Usai Podium di Moto3 Brasil
Masa Depan Arne Slot Dipertanyakan Usai Liverpool Tumbang dari Brighton