Jakarta – Imam Tohari, sang pelatih tunggal putri, mengakui ada kemajuan dalam permainan Putri. Tapi, di balik progres itu, satu hal masih terus mengganjal: konsistensi. Menurutnya, inilah PR besar yang harus segera diselesaikan.
“Dalam setiap pertandingan ada yang bagus dan tidak bagus,” ujar Imam.
“Konsistensi di lapangan masih harus ditingkatkan, terutama dalam kontrol pikiran dan cara bermain,” tambahnya.
Ia secara khusus menyoroti penampilan di partai final Swiss Open. Performa Putri, katanya, belum keluar seratus persen. Faktor mental sepertinya punya andil besar dalam hal ini.
“Di final, Putri belum bisa mengeluarkan permainan terbaiknya. Faktor mental dan kontrol pikiran cukup memengaruhi penampilannya,” beber Imam.
Memang, tekanan di babak final selalu berbeda. Atmosfernya lebih mencekam, bebannya lebih berat. Imam berharap pengalaman ini jadi pelajaran berharga buat Putri ke depannya.
“Memang untuk partai final tekanan mental yang dirasakan para pemain tentu berbeda dibanding pertandingan sebelumnya. Saya berharap Putri bisa mengatasi hal tersebut,” paparnya.
Namun begitu, Imam tak mau hanya melihat kekurangannya saja. Ia tetap optimis. Perkembangan atletnya dinilainya positif. Hanya saja, untuk melesat ke papan atas dunia, persiapan internal harus benar-benar matang.
“Progres Putri sudah baik, tetapi untuk menembus jajaran empat besar dunia tentu tidak mudah,” tutur Imam.
“Ia harus memahami kendala dalam dirinya, berani mengambil inisiatif, dan lebih percaya diri saat bertanding,” tambahnya menekankan.
Jadi, jalan masih panjang. Tapi setidaknya, arahnya sudah mulai terlihat.
Artikel Terkait
Tiga Pendaki Masih Hilang Pascaserupsi Gunung Dukono, Tim SAR Perluas Pencarian
Marcos Peringatkan Pemimpin ASEAN soal Dampak Jangka Panjang Konflik Global
Ayah Tiri di Langkat Aniaya Anak 4 Tahun dan Ibu Kandung karena Rewel, Polisi Beri Trauma Healing
Gerakan Dapur Indonesia Dapat Dukungan Komedian hingga Pejabat untuk Sukseskan Program Makan Bergizi Gratis