Sorotan Empati: Kepala BGN Main Golf Saat Sumatera Dilanda Bencana

- Jumat, 19 Desember 2025 | 20:50 WIB
Sorotan Empati: Kepala BGN Main Golf Saat Sumatera Dilanda Bencana

Video itu beredar cepat, memicu gelombang tanya dan amarah. Tampak di sana, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana sedang asyik main golf. Ironisnya, saat bersamaan, sejumlah wilayah di Sumatera sedang berjuang menghadapi bencana alam. Aktivitasnya langsung jadi sorotan, dinilai banyak kalangan sebagai bentuk ketiadaan empati di saat yang paling krusial.

Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas, tak bisa menerima alasan yang dikemukakan. Ia meragukan klaim bahwa turnamen golf itu bertujuan menggalang dana untuk korban di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

“Saya tidak yakin atas apa yang disampaikan Dadan bahwa kegiatan tersebut dilakukan untuk menggalang dana bagi korban bencana yang ada di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat,”

kata Fernando, Jumat lalu. Baginya, cara penggalangan dana seperti itu terasa janggal, bahkan tidak pantas. Masih banyak cara lain yang lebih bisa menunjukkan solidaritas dan kepedulian nyata, bukan dengan ayunan stik golf di lapangan hijau.

Di sisi lain, sorotan terhadap Dadan bukan cuma soal ini. Performanya sebagai Kepala BGN sudah lama dipertanyakan, terutama terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang belakangan ramai dikritik. Program yang diharapkan bisa membantu anak-anak itu, dalam pelaksanaannya justru dikeluhkan masyarakat. Kualitasnya dinilai jauh dari harapan.

Fernando lantas mempertanyakan sensitivitas atasan Dadan, Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, ada pejabat yang kerjanya biasa-biasa saja, tapi tetap betah di posisinya dan menikmati fasilitas negara.

“Atas dasar itu, sebaiknya Dadan mundur dari posisinya sebagai Kepala BGN. Sejak awal terlihat tidak mampu menjalankan tugas, dan aktivitas bermain golf di tengah bencana menunjukkan minimnya empati,”

tegas Fernando. Ia menambahkan, meski penilaian akhir ada di tangan Presiden, mata rakyat tetap terbuka. “Pada saatnya, rakyat juga akan bertindak,” pungkasnya.

Lalu, bagaimana tanggapan sang pejabat?

Dadan Hindayana sendiri membenarkan kehadirannya di acara golf tersebut. Menurutnya, kegiatan pada Minggu, 14 Desember 2025 itu adalah turnamen rutin akhir tahun yang diadakan Persatuan Golf Alumni (PGA) IPB, untuk menjaga silaturahmi.

"Tahun 2025 ini turnamen sekalian menggalang dana beasiswa dan bantuan bencana Sumatera,"

ujar Dadan, Kamis lalu. Ia menegaskan, kehadirannya di sana bukan untuk bersenang-senang. Sebagai Ketua Dewan Pembina PGA IPB, ia mengklaim hadir untuk memberi dukungan pada alumni yang peduli terhadap korban bencana di Sumatera.

Dua narasi ini kini berhadap-hadapan. Di satu sisi, ada kemarahan publik yang melihat ketidakpatutan. Di sisi lain, ada pembelaan dengan dalih kegiatan sosial. Yang jelas, kontroversi ini telah membuka kembali pembahasan tentang akuntabilitas dan empati seorang pejabat di tengah kesulitan rakyatnya.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar