Selasa sore itu, arus kendaraan di ruas Jakarta-Cikampek mulai menggeliat. Menyikapi situasi, Korlantas Polri memutuskan untuk menambah rekayasa lalu lintas. Mereka memberlakukan contraflow dua lajur, dari KM 70 hingga KM 47. Kebijakan ini naik dari sebelumnya yang cuma satu lajur.
Langkah ini tak lepas dari penerapan one way nasional yang sudah lebih dulu berjalan. Skema satu arah itu membentang dari Gerbang Tol Kalikangkung di KM 414 sampai ke Cikampek Utama di KM 70. Intinya, semua ini buat mengantisipasi lonjakan volume kendaraan arus balik yang menuju Jakarta.
"Selasa 24 Maret 2026 pukul 16.45, saat ini diberlakukan contraflow dua lajur dari KM 70-KM 47 Tol Jakarta-Cikampek,"
Demikian pengumuman resmi yang dibagikan akun Instagram @korlantaspolri.ntmc. Mereka juga menegaskan, kebijakan ini sifatnya dinamis. Artinya, bisa disesuaikan lagi nanti melihat kondisi riil di lapangan berdasarkan diskresi petugas.
Lalu, bagaimana hasilnya di lapangan? Pantauan melalui CCTV di aplikasi Travoy menunjukkan kondisi yang cukup terkendali. Arus menuju Jakarta terpantau ramai namun lancar. Baik di lajur biasa maupun di jalur contraflow, tidak terlihat antrean kendaraan yang mengular.
Di sisi lain, arus yang bergerak ke arah sebaliknya menuju Gerbang Tol Cikampek Utama juga dilaporkan ramai lancar. Sepanjang ruas tol itu, tidak ada titik kepadatan yang signifikan. Sejauh ini, rekayasa lalu lintas tambahan itu berjalan sesuai harapan.
Artikel Terkait
Harga BBM Dunia Terbang Akibat Konflik AS-Israel-Iran, Libya dan Iran Paling Murah
Presiden Prabowo: Indonesia Kini Swasembada Pangan, Tak Lagi Impor Beras
Jakarta Mulai Gerakan Pemilahan Sampah Antisipasi Pembatasan Timbunan di Bantargebang
Pemimpin ASEAN Sepakat Perkuat Ketahanan Energi dan Pangan di Tengah Ketidakpastian Global