Kapolresta Bandung Turun Langsung Atasi Macet Parah di Wisata Pacira Saat Lebaran

- Selasa, 24 Maret 2026 | 20:15 WIB
Kapolresta Bandung Turun Langsung Atasi Macet Parah di Wisata Pacira Saat Lebaran

Libur Lebaran kali ini, kawasan wisata Pacira Pasirjambu, Ciwidey, Rancabali diserbu pengunjung. Jalanan macet parah. Melihat kondisi itu, Kapolresta Bandung Kombes Pol Aldi Subartono memutuskan turun sendiri ke lapangan. Ia ingin memastikan penguraian kemacetan berjalan optimal di tengah membludaknya kendaraan.

Menurut sejumlah saksi, Kapolresta terlihat berjalan kaki di antara lautan mobil dan motor yang merayap pelan. Ia memantau langsung, sambil sesekali berbicara dengan petugas di titik-titik terpadat. Tujuannya jelas: mencegah kemacetan total.

"Kami turun langsung untuk memastikan arus tetap bergerak dan tidak terjadi kemacetan total," ujarnya.

"Pengaturan dilakukan secara situasional melihat volume kendaraan di lapangan," tambah Aldi dalam keterangan tertulis, Selasa (24/3/2026).

Di sisi lain, pihaknya sudah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi sejak jauh hari. Rekayasa lalu lintas yang disesuaikan dengan situasi jadi andalan. Personel juga ditempatkan di titik-titik krusial, terutama persimpangan dan jalan menanjak yang rawan antre.

Para pengendara pun terus diimbau. Patuhi arahan petugas, jaga ketertiban. Itu kunci supaya perjalanan semua orang bisa lebih lancar.

Lonjakan ini memang sudah diprediksi. Kawasan Pacira selalu jadi magnet wisatawan, apalagi di momen libur panjang seperti Lebaran. Akibatnya, Satlantas Polresta Bandung terpaksa memberlakukan sistem satu arah secara situasional bahkan hingga beberapa kali dalam sehari hanya untuk mengurai kepadatan.

Di lapangan, petugas tampak sibuk. Mereka mengatur arus secara manual, memberi prioritas pada kendaraan dari arah tertentu agar lalu lintas bisa bergerak. Beberapa personel lain berjaga di titik rawan, waspada jika terjadi penumpukan kendaraan yang tiba-tiba.

Suasana memang ramai sekali. Namun dengan pengaturan ekstra dan pantauan langsung pimpinan, setidaknya arus kendaraan masih bisa bergerak, meski pelan.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar