JAKARTA – Kabar menggembirakan datang dari dunia balap. Veda Ega Pratama, yang baru saja menorehkan sejarah di Moto3 Brasil 2026, tak hanya pulang membawa kebanggaan nasional. Ada hadiah istimewa yang menunggunya: sebuah mobil senilai setengah miliar rupiah lebih.
Kisaran harganya antara Rp500 juta hingga Rp600 juta. Dan yang menarik, Veda diberi kebebasan penuh untuk memilih mobil impiannya sendiri. Hadiah ini merupakan bentuk apresiasi atas prestasi bersejarahnya itu.
Pengusaha Haji Putra yang memberikan hadiah tersebut. Pengumumannya disampaikan lewat siaran langsung di media sosialnya, Senin (23/3/2026). Ia dengan tegas menyatakan bahwa pemberian ini murni bentuk dukungan, tanpa embel-embel kepentingan lain.
“Ini murni apresiasi karena sejarah pertama Indonesia. Mau podium satu, dua, atau tiga, tetap ini sejarah,”
ujar Haji Putra, yang juga dikenal sebagai seorang pembalap.
Memang, apa yang dilakukan Veda di Brasil layak diacungi jempol. Ia berhasil meraih podium ketiga. Sebuah pencapaian yang langka dan luar biasa bagi pembalap Indonesia di kancah dunia. Prestasi ini tentu membuktikan bahwa talenta lokal mampu bersaing di level tertinggi.
Menurut Haji Putra, hadiah mobil ini bukan sekadar janji di udara. Veda benar-benar akan memilih sendiri unit yang diinginkannya nanti, setelah tiba di tanah air. “Pemilihannya setelah dia pulang ke Indonesia,” jelasnya.
Dukungan kepada Veda, kata dia, sebenarnya sudah berlangsung lama. Sejak masih berlaga di kelas junior, pembalap muda itu beberapa kali mendapat bantuan, baik berupa uang maupun bentuk hadiah lainnya.
Veda bukan satu-satunya. Beberapa pembalap muda Indonesia lain juga pernah merasakan apresiasi serupa. Beberapa nama yang disebut antara lain Aldi Satya Mahendra, M. K. Ramadhipa, Decksa Almer, Fahmi Bassam, dan Alfi Husni.
Namun begitu, pemberian hadiah yang cukup fantastis ini memicu berbagai spekulasi. Ada yang menduga ini hanya untuk konten atau publikasi belaka. Haji Putra dengan tegas membantahnya.
“Saya bukan pembuat konten. Ini bukan untuk diposting atau dikontenkan. Balap ini hobi, bukan bisnis,”
tegasnya lagi.
Ia berharap masyarakat melihat ini sebagai sebuah dukungan nyata. Bukan bahan perdebatan. Langkah ini, baginya, adalah cara sederhana untuk memberi semangat lebih pada atlet yang telah mengharumkan nama bangsa. (")
Artikel Terkait
Veda Ega Pratama Tunjukkan Tren Positif di Moto3 Prancis, Optimis Tembus Kualifikasi Q2
PBSI Ungkap Faktor Psikologis Jadi Penyebab Utama Kegagalan Bersejarah Indonesia di Piala Thomas 2026
Timnas Futsal Indonesia Tembus Peringkat 14 Dunia, Tertinggi Sepanjang Sejarah
Real Madrid Hadapi Barcelona dengan Skuad Pincang di Laga Penentu Gelar La Liga