KPK Setor Rp883 Miliar ke Taspen, Uang Rampasan Korupsi yang Tak Semua Ditampilkan

- Kamis, 20 November 2025 | 16:25 WIB
KPK Setor Rp883 Miliar ke Taspen, Uang Rampasan Korupsi yang Tak Semua Ditampilkan
KPK Serahkan Ratusan Miliar ke Taspen

KPK Serahkan Ratusan Miliar ke Taspen, Tapi Tak Semuanya Ditampilkan

MURIANETWORK.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menyerahkan uang senilai Rp883 miliar lebih kepada PT Taspen. Ini bukan sembarang uang, melainkan hasil rampasan dari putusan pengadilan yang sudah berkekuatan hukum tetap.

Ceritanya berawal dari kasus korupsi investasi fiktif di PT Taspen. Mantan Direktur Utama PT Insight Investment Management (PT IIM), Ekiawan Heri Primaryanto, menjadi salah satu aktor utamanya.

Di sisi lain, Asep Guntur Rahayu, yang menjabat sebagai Plt Deputi Bidang Penindakan dan Eksekusi KPK, menjelaskan detail prosesnya. Menurutnya, penyerahan ini berdasarkan putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Amar putusannya jelas: barang bukti berupa unit penyertaan reksa dana Insight Tunas Bangsa Balanced Fund 2 (I-Next G2) dengan jumlah unit hampir 1 miliar, dirampas untuk negara dan diserahkan ke Taspen. Ini sekaligus jadi pemulihan kerugian negara.

Nah, untuk eksekusinya, jaksa KPK menjual kembali unit reksa dana tersebut. Proses penjualan ini berlangsung dari 29 Oktober hingga 12 November 2025, untuk mendapatkan nilai aktiva bersihnya.

Menurut fakta persidangan, ulah Ekiawan bersama Antonius NS Kosasih mantan Dirut Taspen dalam berinvestasi di reksa dana I-next G2 ini bikin negara rugi besar. Kerugiannya mencapai Rp1 triliun! Angka itu berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan Investigatif BPK.

Setelah melalui serangkaian proses pemulihan aset, KPK pun menyerahkan hasilnya ke Taspen. Bentuknya? Uang tunai sebesar Rp883.038.394.268. Jumlah sebesar itu sudah ditransfer ke rekening Giro THT Taspen di BRI Cabang Veteran Jakarta pada 20 November 2025.

Tapi, ada yang menarik. Dalam penyerahan simbolis di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis (20/11), uang yang ditampilkan cuma Rp300 miliar. Kenapa? Asep bilang, alasannya menyangkut tempat dan keamanan. Jadi, ya, tidak mungkin mereka bawa uang ratusan miliar begitu saja ke ruang konferensi.

Penyerahan simbolis itu sendiri dilakukan langsung oleh Asep Guntur kepada Direktur Utama Taspen, Rony Hanityo Aprianto. Sebuah langkah konkret pemulihan aset negara, meski hanya sebagian yang bisa dilihat publik.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar