Keseimbangan mobilnya berantakan. Beberapa komponen, katanya, tidak dipersiapkan dengan baik. Verstappen menuntut timnya melakukan evaluasi total sebelum kualifikasi utama nanti.
Namun begitu, kesialan ternyata tak cuma menimpa Verstappen. Di kubu Red Bull, pembalap muda Isack Hadjar juga harus gigit jari. Mobilnya rusak akibat insiden benturan dengan Andrea Kimi Antonelli dari Mercedes. Antonelli kena penalti 10 detik, tapi tetap finis kelima. Sementara Hadjar terdampar di posisi 15, balapannya sia-sia.
“Dengan kerusakan itu, saya sama sekali tidak bisa mempelajari apa pun dari lintasan,” keluh Hadjar.
Di tengah kemuraman itu, ada secercah cahaya. Liam Lawson, pembalap Racing Bulls yang masih bagian dari keluarga Red Bull, tampil mengejutkan. Pembalap asal Selandia Baru itu balapan dengan solid, finis ketujuh dan berhasil mengamankan poin. Prestasinya bahkan mengungguli Verstappen. Lawson jadi pembalap bermesin Honda terbaik di Sprint Race Shanghai, sebuah fakta yang mungkin sedikit mengusik kubu utama.
Hari itu, Shanghai jelas bukan milik Verstappen. Semua mata kini tertuju pada bagaimana dia dan Red Bull akan bangkit untuk balapan utama.
Artikel Terkait
Media Italia Soroti Idzes dan Audero Jelang FIFA Series 2026
Persib Pererat Hubungan dengan Sponsor Lewat Buka Puasa Bersama
Putri Kusuma Wardani Amankan Tiket Final Swiss Open Usai Kalahkan Nozomi Okuhara
Persis Solo Hajar Bali United 3-0, Keluar dari Zona Degradasi