Dari Teheran, kabar terbaru soal Selat Hormuz akhirnya datang langsung dari pemerintah Iran. Menanggapi kekacauan yang terjadi sejak serangan AS dan Israel akhir Februari lalu, mereka menyatakan jalur air vital itu tidak sepenuhnya ditutup. Gangguan memang terjadi, tapi klaimnya, larangan itu bersifat selektif.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, bersikeras bahwa selat itu pada dasarnya tetap terbuka. Namun, ada catatan penting. Pembatasan diberlakukan khusus untuk kapal-kapal tanker dan dagang yang berasal dari Amerika Serikat, Israel, serta negara-negara yang sekutu dengan mereka.
“Selat itu hanya ditutup bagi kapal tanker dan kapal milik musuh kita, untuk mereka yang menyerang kita dan sekutu mereka. Yang lain bebas untuk lewat,” tegas Araghchi dalam wawancara dengan stasiun televisi MS Now.
Di sisi lain, respons dari Washington justru semakin keras. Presiden AS Donald Trump tak hanya mendesak China dan sejumlah negara lain untuk mengerahkan kapal perang ke kawasan itu. Dia bahkan berjanji akan terus mengebom garis pantai Iran yang berhadapan dengan selat, semua demi menjamin keamanan lalu lintas laut.
Langkahnya lebih jauh lagi. Trump dengan terang-terangan mengancam akan menenggelamkan kapal-kapal Iran jika dianggap masih mengancam.
Lewat unggahan di Truth Social, dia menyampaikan harapannya. “Semoga China, Prancis, Jepang, Korea Selatan, Inggris, dan negara-negara lain yang terdampak oleh pembatasan buatan ini, akan mengirimkan kapal ke wilayah tersebut sehingga Selat Hormuz tidak lagi menjadi ancaman bagi negara yang telah sepenuhnya kehilangan kekuasaannya.”
Jadi, situasinya seperti ini: Iran menyatakan blokade parsial, sementara AS menggertak dengan kekuatan penuh. Ketegangan di perairan sempit yang mengalirkan sebagian besar minyak dan gas dunia itu, jelas belum akan mereda dalam waktu dekat.
Artikel Terkait
Kepala BGN Bantah Isu Pembagian Keuntungan Program Makan Bergizi Gratis untuk Presiden
Pemerintah Pastikan Stok Beras Nasional Aman, Capai 5,3 Juta Ton Tertinggi Sepanjang Sejarah
KPK Ungkap Korupsi Kini Merambah ke Tahap Perencanaan dan Penganggaran
Bupati Muara Enim Tersangka Suap Rp1,6 Miliar untuk Jaga Opini WTP BPK