Persib Kejar Gelar, Persebaya dan PSM Berjuang di Jalur Berbeda Jelang Akhir Musim

- Kamis, 12 Maret 2026 | 23:30 WIB
Persib Kejar Gelar, Persebaya dan PSM Berjuang di Jalur Berbeda Jelang Akhir Musim

Masalahnya jelas: ketidakstabilan, terutama di lini belakang yang bolong-bolong. Kalau masih ingin mengintip peluang ke kompetisi Asia, Persebaya harus segera berbenah. Waktunya tinggal sedikit.

PSM: Berjuang di Tepi Jurang

Lalu ada PSM Makassar. Realitas yang mereka hadapi mungkin paling getir. Juara Liga 1 dua musim silam, kini tercecer di peringkat ke-13, nyaris terperosok ke zona merah. Perjuangan mereka terangkum baik dalam laga seru melawan Malut United di Ternate.

Pertandingan itu berakhir 3-3, penuh drama. PSM unggul duluan lewat gol bunuh diri Yance Sayuri. Tapi Malut balik menguasai panggung berkat David da Silva dan Tyronne del Pino. Da Silva bahkan bikin brace, seolah mengubur harapan Juku Eja.

Tapi PSM tak menyerah. Savio Roberto dan Jacques Thémopelé menyelamatkan satu poin berharga di menit-menit akhir. Poin yang terasa sangat berat.

Savio Roberto dan Tanda Pentingnya

Ngomong-ngomong soal Savio, golnya di Ternate itu punya cerita. Pertama, itu adalah gol pertama dia setelah tujuh laga membisu. Kedua dan ini yang menarik setiap kali pemain Brasil itu mencetak gol musim ini, PSM tak pernah kalah. Lihat saja saat lawan Persija, Persis Solo, Persebaya, dan terakhir Malut United.

Ketiga, itu cuma gol tandang keduanya sepanjang musim. Statistik sederhana itu justru menunjukkan betapa vitalnya peran Savio bagi PSM di saat-saat kritis. Dia seperti penanda: kalau dia bisa mencetak, timnya punya harapan.

Epilog: Tiga Arah, Satu Finish

Jadi, inilah gambaran menjelang ujung musim. Persib berlari kencang menuju puncak dengan langkah terukur. Persebaya tersendat-sendat, berusaha mengejar ketertinggalan untuk mimpi Asia. Sementara PSM, dengan segala daya upaya, berjuang mati-matian agar tidak jatuh.

Di fase seperti ini, setiap pertandingan punya rasanya sendiri. Bukan cuma soal tiga poin di atas kertas, tapi lebih tentang menentukan arah sebuah klub di akhir musim. Semuanya masih mungkin berubah. Itulah yang bikin menarik.

Editor: Yuliana Sari


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar