BANDUNG Setelah hiruk-pikuk Lebaran usai, gelaran Super League musim 2025/2026 kembali bergulir. Dan inilah fase yang paling menentukan. Peta persaingan, mau tak mau, mulai kelihatan nyata. Ada yang matanya tertuju pada puncak, ada yang masih berharap bisa ke Asia, dan tak sedikit pula yang sekadar ingin selamat dari jurang degradasi.
Ambil contoh tiga klub besar ini: Persib Bandung, Persebaya Surabaya, dan PSM Makassar. Menjelang akhir musim, cerita yang mereka alami benar-benar berbeda jauh.
Bagi Maung Bandung, setiap laga sekarang adalah langkah konkret menuju gelar juara. Persebaya? Mereka harus memanfaatkan sisa pertandingan sebagai tiket terakhir ke ajang Asia. Sementara PSM, ya, fokus mereka cuma satu: bertahan. Titik.
Persib di Samarinda: Bukan Laga Biasa
Misi Persib Bandung jelas ketika harus bertandang ke markas Borneo FC di Stadion Segiri, Samarinda. Ini laga tunda pekan ke-21, tapi bobotnya jauh lebih berat dari sekadar mengejar ketertinggalan jadwal.
Hasil di Samarinda ini bisa mengacak-acak papan atas klasemen. Tiga poin bagi Persib berarti mereka bisa menjauh, menciptakan ruang aman dari kejaran rival. Tapi Segiri bukan tempat sembarangan. Atmosfernya panas, dukungannya membara, dan Borneo selalu jadi lawan yang sulit di kandang sendiri.
Eliano Reijnders, gelandang andalan Persib, mengakui hal itu.
“Tentu ini akan jadi laga sulit, dan tentu kami bisa lihat nanti hasilnya,” ujarnya.
Meski begitu, skuad besutan Bojan Hodak datang dengan mental juara. Konsistensi mereka sepanjang musim adalah modal berharga. Kemenangan di sini bukan cuma soal angka, tapi lebih pada momentum. Kalau selisih poin bisa melebar sampai tujuh angka, tekanan di laga-laga sisa pasti akan berkurang drastis.
Persebaya: Pusing Mencari Konsistensi
Nasib lain dialami Persebaya. Situasi mereka agak runyam. Posisi ketujuh di klasemen adalah buah dari performa jompo selama Ramadan. Coba lihat catatan empat laga terakhir: cuma menang sekali, imbang sekali, dan kalah dua kali. Kekalahan telak 1-5 dari Borneo FC jadi penutup pahit sebelum libur Lebaran.
Tim asuhan Bernardo Tavares ini punya waktu untuk introspeksi. Latihan baru akan dimulai lagi tanggal 23 Maret 2026. Periode Ramadan memang memperlihatkan grafik yang naik-turun tak karuan. Mereka kalah dari Persijap (1-3), lalu bangkit dengan kemenangan tipis atas PSM (1-0). Laga seru melawan Persib yang berakhir imbang 2-2 sempat memberi harapan, tapi kemudian hancur lebur di Samarinda.
Artikel Terkait
Persib Buka Suara Soal Isu Investasi Rp1,5 Triliun dari Jerman
Juventus Incar Emiliano Martinez, Kiper Aston Villa, untuk Perkuat Mistar Gawang
PSM Makassar Kembali Dihukum FIFA, Dilarang Transfer Tiga Periode
Barcelona Incar Haaland Meski Kontrak di City Masih Panjang