Begitu kata Herdman lewat channel YouTube resmi Timnas.
Ambisi dia bahkan lebih jauh. Herdman ngomong soal bikin sejarah.
"Saya ingin menciptakan sejarah sebagai tim pertama yang mampu menumbangkan lawan asal Eropa. Itulah titik awalnya,"
Kalimat itu dia tegas-tegaskan. Sebuah target yang berat, tentu saja.
Masih Ada Pintu di AFF 2026
Nah, buat yang kecewa dengan absennya Teja, mungkin masih ada secercah harapan. Herdman memberi sinyal bahwa dia akan melakukan rotasi besar-besaran nanti saat Piala AFF 2026 digelar, sekitar Juli-Agustus mendatang.
"Saya akan memanfaatkan Turnamen AFF untuk memperluas kesempatan bagi pemain lain yang tidak terlibat dalam FIFA Series,"
Kata-katanya itu membuka peluang. Apalagi Piala AFF biasanya tak masuk kalender FIFA. Artinya, pemain yang main di Eropa kemungkinan besar enggak akan dilepas klubnya.
Di sinilah kesempatan itu terbuka lebar. Bagi pemain lokal berstatistik ciamik seperti Teja Paku Alam, momen AFF nanti bisa jadi panggung untuk membuktikan diri. Bukti bahwa dia pantas dan masih layak diperhitungkan untuk mengawal gawang Garuda.
Jadi, meski langkah pertamanya kontroversial, perjalanan Herdman bersama Timnas Indonesia baru saja dimulai. Dan soal siapa kiper nomor satu yang sebenarnya, pertarungannya masih panjang.
Artikel Terkait
PSM Makassar Tunda Libur, Fokus Evaluasi Performa Jelang Jeda Kompetisi
Hakim Danish Bawa Misi Balas Dendam ke Moto3 Brasil Usai Dikangkangi Rookie Indonesia
PSM Makassar Bangkit dari Ketertinggalan, Raih Poin Penting di Kandang Malut United
Newcastle Siap Balas Dendam, Barcelona Waspadai Atmosfer Panas St James Park