Lalu, giliran Putri Kusuma Wardani. Tunggal putri Indonesia ini menghadapi tantangan terberat: An Se-young, pemain nomor satu dunia asal Korea Selatan. Sayangnya, kelas sang unggulan terlihat terlalu tinggi. An menguasai pertandingan dan menang dengan mudah, 21-11 dan 21-14.
Dalam sekejap, sorak sorai pun mereda. Namun begitu, perjalanan Indonesia belum sepenuhnya berakhir. Masih ada dua pasangan yang belum bertanding, menjadi penopang harapan terakhir.
Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin akan menghadapi ujian berat. Mereka bakal berjumpa dengan unggulan ketiga China, Liang Weikeng/Wang Chang. Duel ini diprediksi akan sangat sulit.
Di sisi lain, ganda putri Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspita Sari juga punya misi. Mereka akan berhadapan dengan unggulan kedua Malaysia, Pearly Tan/Thinaah Muralitharan. Semua mata kini tertuju pada dua pasangan ini. Bisakah mereka menghentikan tren kekalahan?
Artikel Terkait
Susi Susanti Prihatin dan Soroti Pentingnya Perlindungan Atlet dari Kekerasan
Real Madrid Kehilangan Tiga Pemain Kunci Jelang Jadwal Padat Akibat Sanksi Disiplin
Liverpool Amankan Tiket Perempat Final Piala FA Usai Kalahkan Wolverhampton 3-1
PBSI Pastikan Keberangkatan Tim Bulutangkis ke Swiss Open Tak Terganggu Konflik Geopolitik