Bonus podium juga berlaku. Posisi runner up dihargai 80 ribu Euro, sementara finish ketiga memberinya tambahan 40 ribu Euro.
Kalau melihat performa musim 2025 lalu, bonus-bonus ini bukan angka kosong. Marquez saat itu meraih 11 kemenangan balap utama dan menang 14 kali di Sprint Race. Ia juga naik podium sebagai runner up tiga kali dan sekali finis ketiga.
Dari hitung-hitungan kasar, pencapaian itu memberinya tambahan sekitar 2,5 juta Euro dari bonus saja. Jadi total pendapatannya di 2025 kemarin bisa menyentuh 11,5 juta Euro atau sekitar Rp225 miliar. Itu pun belum termasuk bonus khusus sebagai juara dunia.
Dengan kata lain, meski gaji pokoknya di Ducati Lenovo disebut lebih rendah daripada era Honda, skema bonus yang menguntungkan bisa menutup selisih itu. Untuk musim 2026 nanti, diperkirakan struktur gaji dan bonusnya tak akan jauh berbeda.
Marc Marquez sendiri terlihat sudah sangat menyatu dengan tim barunya. Perjalanan dari balapan tanpa bayaran ke kontrak bernilai miliaran rupiah ini menunjukkan betapa daya tariknya di MotoGP tetap tak terbantahkan.
Artikel Terkait
Fermin Aldeguer Masuk Daftar Sementara MotoGP Brasil Usai Pulih dari Cedera Paha
Herdman Incar Dua Pemain Naturalisasi Baru Asal Eropa untuk Timnas Indonesia
Enam Wakil Indonesia Lolos ke Perempatfinal All England 2026
Dua Pebulu Tangkis Indonesia Lolos ke Perempat Final All England