Kekalahan PSM Picu Aksi Suporter, Posisi Pelatih Trucha Dipertanyakan

- Rabu, 04 Maret 2026 | 12:00 WIB
Kekalahan PSM Picu Aksi Suporter, Posisi Pelatih Trucha Dipertanyakan

Ada juga kabar burung lain. Konon, ada skenario di mana Trucha tidak benar-benar pergi, tapi hanya bergeser peran menjadi direktur teknik. Sebuah kompromi yang, jika terbukti, menunjukkan betapa manajemen sedang kebingungan menghadapi tekanan dari luar.

Di konferensi pers, asisten pelatih Ahmad Amiruddin yang tampil. Ia tak banyak bicara, tapi kekecewaannya terlihat jelas. Permintaan maaf dilontarkan untuk manajemen dan suporter. Yang menarik justru pengakuannya soal sebuah teka-teki.

ujar Amiruddin.

Memang aneh. Di latihan, kata dia, intensitas dan kualitas permainan tim terlihat bagus. Tapi begitu laga resmi dimulai, semuanya menguap. Lihat saja laga lawan Persita. Dua gol yang dicetak membuktikan serangan masih ada. Tapi di saat bersamaan, pertahanan bobol empat kali. Keyakinan yang dibangun di tempat latihan rupanya mudah runtuh di bawah tekanan lampu sorot.

PSM sekarang ada di persimpangan. Hasil buruk beruntun membuat posisi di klasemen jadi tidak nyaman. Lebih dari itu, ikatan batin dengan suporter mulai retak. Aksi turun ke lapangan tadi malam adalah peringatan keras: kesabaran mereka ada batasnya.

Bagi Makassar, PSM bukan cuma klub. Ia adalah simbol kebanggaan, identitas kota. Ketika timnya jatuh, gejolak yang muncul selalu lebih dari sekadar urusan olahraga.

Nah, di titik inilah pilihan manajemen jadi sangat krusial. Tetap pertahankan Trucha untuk proyek jangka panjang? Atau beralih ke sosok seperti Tony Ho yang diyakini bisa meredam badai dengan cepat?

Jawabannya mungkin akan segera kita dengar. Untuk sekarang, yang ada hanyalah ketidakpastian dan ruang ganti PSM yang terasa lebih sunyi dari biasanya.

Rumor terus bergulir. Tapi satu hal sudah pasti: krisis bukan lagi ancaman. Ia sudah jadi kenyataan yang harus dihadapi Juku Eja, sekarang juga.

Editor: Melati Kusuma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar