Arbeloa Tanggung Jawab atas Kekalahan Madrid, Tegaskan Masih Ada 36 Poin untuk Diperjuangkan

- Selasa, 03 Maret 2026 | 09:00 WIB
Arbeloa Tanggung Jawab atas Kekalahan Madrid, Tegaskan Masih Ada 36 Poin untuk Diperjuangkan

Mencari Solusi di Lapangan

Arbeloa membandingkan laga ini dengan kekalahan di Pamplona. "Hari ini, kami kesulitan menghadapi blok pertahanan yang sangat rapat. Mereka tidak menekan bek tengah kami saat membangun serangan. Mungkin kami butuh lebih agresif di lini depan, menjejalkan lebih banyak pemain di area akhir, dengan pergerakan yang lebih hidup."

"Kami sering terjebak pada pilihan 'mudah', yaitu memberi bola ke Vinicius. Kemampuan dribelnya memang luar biasa. Tapi kami harus bisa mengancam dari kedua sisi sayap, menjadi bahaya yang konstan dari sana. Itu salah satu hal yang harus diperbaiki," ungkapnya jujur.

Laga ini, diakui Arbeloa, berjalan tersendat-sendat. "Banyak gangguan. Wasit membiarkan permainan sering terhenti. Bukan mau menyalahkan Getafe, mereka hanya memainkan aturan. Tapi menghadapi kesulitan seperti itu, kami memang gagal menciptakan lebih banyak peluang. Meski menurut saya, peluang yang ada seharusnya cukup untuk membuahkan gol. Tapi ya, masih banyak ruang untuk perbaikan."

Tanggung Jawab Ada di Pundak Saya

Dengan tegas, Arbeloa mengulur tangannya untuk disalahkan. "Saya tidak bilang tim ini tidak bisa bermain bagus. Jangan salah paham. Kami ciptakan peluang. Tapi memang, kami bisa bermain lebih baik. Sekali lagi, usaha pemain tidak bisa disalahkan. Itu hal utama yang saya minta. Soal peningkatan kualitas permainan, itu tanggung jawab saya. Tugas saya."

"Kalau ada yang harus bertanggung jawab atas kekalahan ini, itu saya. Saya yang bertanggung jawab. Sekarang yang tersisa hanya bekerja lebih keras bersama para pemain," tegasnya tanpa keraguan.

Soal Pergantian Pemain yang Mengundang Cemoohan

Arbeloa juga menjelaskan logika di balik keputusannya menarik beberapa pemain. Alaba diganti karena cedera ringan, tapi juga untuk menambah agresivitas dalam membangun serangan dari belakang. Carvajal masuk untuk memberi lebar dan dinamika di sisi kanan. Rodrygo dipasang karena kemampuannya menciptakan celah di ruang sempit.

Tapi pergantian Thiago-lah yang paling banyak disorot, bahkan dicemooh suporter. Arbeloa mencoba menjernihkan. "Saya sudah sering bilang, saya tidak menarik pemain karena mereka bermain buruk. Thiago tampil bagus. Usahanya luar biasa. Bahkan, penampilannya tidak seperti debutan. Dia harus bangga."

"Kalau saya yang dicemooh karena keputusan itu, saya terima. Saya paham. Tapi pergantian itu bukan tentang performa buruk. Justru, dia pantas dapat tepuk tangan," tambahnya.

Tidak Ada Alasan untuk Ketidakhadiran Bintang

Terakhir, ia menampik segala bentuk dalih. Ditanya soal absennya pemain-pemain penting seperti Bellingham atau Mbappé, Arbeloa bersikap lugas.

"Setiap kalah, nama-nama besar itu selalu disebut. Tapi kami adalah Real Madrid. Saya tidak akan pakai ketidakhadiran mereka sebagai alasan. Kami punya pemain dengan kualitas yang cukup untuk menang. Titik," tandasnya menutup konferensi pers.

Ruang pers pun kembali senyap. Pekerjaan rumah menumpuk. Perjalanan masih panjang.

Editor: Yuliana Sari


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar