BARCELONA Mimpi buruk di Wanda Metropolitano akhirnya menjadi kenyataan. Barcelona dihajar empat gol tanpa balas oleh Atletico Madrid di leg pertama semifinal Copa del Rey. Kini, di Camp Nou, tugas yang menanti mereka terlihat nyaris mustahil: mencetak lima gol bersih untuk membalikkan agregat dan melangkah ke final.
Namun begitu, di tengah situasi yang suram itu, ada suara yang menolak untuk menyerah. Hansi Flick, sang pelatih, justru tampil penuh keyakinan. Ia bersikeras bahwa keajaiban masih mungkin terjadi di kandang sendiri nanti dini hari.
“Kami tertinggal empat gol dan harus membuat hal yang mustahil menjadi mungkin. Itulah tujuannya,” ujar Flick, seperti dikutip Reuters.
“Ini tidak mudah, tetapi kami tidak akan menyerah.”
Optimisme Flick bukan tanpa alasan. Setidaknya, ada secercah momentum yang bisa dipegang. Raksasa Catalan baru saja mencetak tujuh gol dalam dua pertandingan terakhir mereka. Performa ofensif itu memberinya harapan bahwa Atletico bisa dihajar.
“Kami harus percaya pada kekuatan sendiri,” tegasnya lagi. “Pada setiap babak, misalnya, kami perlu mencetak dua gol. Itu target kecil yang harus kami raih.”
Sayangnya, jalan menuju keajaiban itu tak akan ditempuh dengan kekuatan penuh. Robert Lewandowski, striker andalan, dipastikan absen. Bomber asal Polandia itu mengalami patah tulang rongga mata usai bentrok dengan pemain Villarreal.
Kehilangan pemain sekaliber Lewandowski tentu pukulan berat. Tapi Flick berusaha tak terlihat goyah. Ia memilih melihat sisi positif dari respons tim selama ini.
“Kehilangan pemain seperti Lewy tentu masalah, tetapi tim menunjukkan respons yang baik,” katanya, mencoba menepis kekhawatiran.
Kuncinya, menurut pria asal Jerman itu, sederhana namun berat: bermain agresif dan solid. “Kami harus bermain sebagai satu tim,” tandas Flick. Itulah satu-satunya cara.
Di sisi lain, kubu Atletico Madrid justru bersikap sangat berbeda. Alih-alih berkoar-koar tentang peluang besar yang mereka genggam, pelatih Diego Simeone malah memilih memuji lawannya.
“Mereka salah satu yang paling kompetitif di La Liga dan Eropa,” ujar Simeone, memberikan penghormatan seperti dikutip Reuters.
Pujian itu bukan tanpa maksud. Ia justru ingin anak asuhnya tetap waspada dan tidak terbuai keunggulan empat gol. Fokus mutlak diperlukan.
“Kami melawan lawan yang sangat bagus, yang menyerang, terbuka, dan bermain sebagai tim,” ujarnya, menggambarkan ancaman nyata yang masih ditanggung Barcelona meski tertinggal jauh.
Jadi, malam nanti di Camp Nou bukan sekadar pertandingan. Ini tentang kepercayaan melawan kalkulasi, tentang mimpi yang berusaha mengubah takdir. Semuanya masih mungkin, sekalipun peluangnya tipis.
Artikel Terkait
Persija Incar Konsistensi Usai Pesta Gol, Hadapi PSBS dengan Skuat Tak Lengkap
Veda Ega Pratama Bidik Podium Moto3 Spanyol 2026 Usai Gagal Finis di AS
Hendra Setiawan Beralih Peran, Jadi Pelatih di Piala Thomas 2026
Jakarta Ditunjuk Jadi Tuan Rumah FIA Rallycross World Cup 2026