SBY Ungkap Kemampuan Meramal Masa Depan dengan Futurology, Bukan Klenik
Mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengungkapkan kemampuannya dalam meramal kondisi masa depan Indonesia. Pernyataan ini disampaikannya dalam orasi ilmiah pada acara Dies Natalis Ke-65 dan Lustrum XIII Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) di Surabaya.
SBY mengaku telah memprediksi kondisi ekonomi Indonesia 15 tahun yang lalu, tepatnya pada tahun 2010. Ramalan yang disampaikannya kala itu, kini menjadi kenyataan.
Ramalan SBY tentang Perekonomian Indonesia Terbukti
Dalam orasinya, SBY menyebutkan bahwa pada tahun 2010 ia telah memprediksi Indonesia pada tahun 2025 akan menjadi pasar berkembang yang kuat dengan ekonomi yang tangguh. Fakta yang terjadi sekarang membuktikan ramalannya tersebut.
"Indonesia kini adalah anggota G20, kelompok 20 ekonomi terbesar di dunia. Kita adalah ekonomi dan negara terbesar di ASEAN. Itu semua menjadi kenyataan," ujar SBY.
Ia juga menambahkan, "Saya pernah mengatakan di kampus ini, 15 tahun lagi yaitu tahun 2025, posisi ekonomi Indonesia akan setara dengan negara-negara BRICS."
Indonesia Resmi Masuk BRICS
SBY menekankan bahwa prediksinya tentang Indonesia yang bergabung dengan BRICS terbukti dengan kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. BRICS yang merupakan singkatan dari Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan adalah kelompok negara berkembang dengan pengaruh ekonomi global yang signifikan.
Keberhasilan Indonesia menjadi anggota BRICS dinilai SBY sebagai bukti kebenaran ramalannya tentang masa depan ekonomi Indonesia.
Bukan Ramalan Klenik, Tapi Futurology
SBY dengan tegas menyatakan bahwa kemampuannya meramal masa depan bukanlah berdasarkan praktik klenik atau supernatural. Ia menjelaskan bahwa metodenya bersifat ilmiah dan rasional.
"Jika ada guru besar atau dosen yang ingin mengetahui nasib dan masa depan, bisa bertanya kepada saya. Bukan dengan klenik, tapi dengan pemikiran yang scientific dan rasional. Saya memahami futurology. Saya tahu cara membaca tren. Saya tahu bagaimana visi dapat terwujud," jelas SBY.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan ramalannya mungkin juga merupakan tuah dari kampus ITS yang dicintainya.
Pengakuan SBY tentang kemampuan futurology ini memberikan perspektif baru dalam menganalisis perkembangan ekonomi Indonesia dan prediksi masa depan berdasarkan studi tren dan data yang rasional.
Artikel Terkait
Dudung Bantah Terlibat Susun Pidato Prabowo yang Dikritik Habib Rizieq
Presiden Prabowo Terima Laporan Strategis dari Wakil Ketua DPR Usai Kunjungan ke Rusia dan Prancis
Anggota DPR Desak Percepat Regulasi PPPK untuk 630 Ribu Guru Madrasah
Koordinator KKN UGM 1985 Klaim Tak Kenal Joko Widodo