Nada tegasnya semakin jelas ketika menyangkut profesionalisme. Begitu peluit kick-off berbunyi, dia memastikan tak akan ada ruang untuk sentimentil.
“Sekarang saya profesional. Saya di Persebaya,” tandasnya. “Saat pertandingan dimulai, saya akan profesional 200 persen dan mencoba melakukan yang terbaik untuk tim kami.”
Statistik pertemuan kedua tim menunjukkan persaingan yang sengit. Dari 13 pertemuan sebelumnya, Persebaya menang lima kali, imbang tiga, dan kalah lima. Benar-benar seimbang. Itu sebabnya, persiapan yang matang mutlak diperlukan.
Dengan waktu terbatas, fokus tim diarahkan pada pemulihan fisik dan analisis mendalam terhadap taktik PSM. “Kami tidak punya banyak waktu, fokus kami recovery dan analisis lawan,” jelas Tavares. “Kami harus fokus 100 persen untuk mengambil tiga poin.”
Laga di GBT nanti diprediksi bakal berlangsung ketat. Di hadapan puluhan ribu pendukungnya, tiga poin adalah harga mati bagi Persebaya. Bernardo Tavares dan anak asuhnya dituntut untuk menepis semua nostalgia dan menunjukkan komitmen sepenuhnya di lapangan hijau.
Artikel Terkait
Mantan Wali Kota Danny Pomanto Bertanding di Turnamen Padel Senior Makassar
Duel Emosional Yuran Fernandes Hadapi Mantan Mentor di Laga Persebaya vs PSM
Persebaya Hadapi PSM di Stadion GBT, Bernardo Tavares Berhadapan dengan Mantan Klub
PSM Makassar Hadapi Tekanan Degradasi Saat Hadapi Persebaya di Surabaya