Pertarungan berubah menjadi kejar-kejaran angka. Janice yang lebih dulu mengumpulkan 40 poin sempat dikejar, namun dia tetap tenang untuk mengamankan gim tersebut. Situasi ini memicu reaksi Anisimova.
Seperti tersentil, dia meningkatkan tempo permainan dan memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2 sebelum akhirnya menyamakan kedudukan 2-2 dalam hitungan menit.
Anisimova berhasil membalikkan keadaan menjadi unggul 4-2. Meski sempat memaksakan deuce dan memperkecil skor menjadi 3-5, Janice kesulitan mengimbangi konsistensi lawan. Di gim penutup, semangat juang Janice masih terlihat saat menyamakan kedudukan 30-30, tetapi kualitas Anisimova kembali berbicara.
Pengalaman Unggulan Menentukan
Pada akhirnya, pengalaman dan peringkat Anisimova sebagai salah satu petenis terbaik dunia menjadi faktor penentu. Dia menutup pertandingan dengan solid, mengamankan kemenangan 6-3 di set kedua. Kekalahan ini menandai terhentinya langkah Janice Tjen di babak 16 besar, sekaligus menunjukkan bahwa petenis top dunia masih menjadi tantangan berat yang harus dihadapi untuk bisa melangkah lebih jauh di turnamen level tertinggi.
Artikel Terkait
Oscar Haro Puji Mental Marc Marquez di Tengah Awal Musim yang Berat
Timnas Futsal Indonesia Bantai Brunei 7-0 di Pembuka Piala AFF 2026
Manchester City Gagal Rekrut Pengganti Bernardo Silva, Dikalahkan Chelsea
Persija Terperosok, Jarak ke Puncak Kian Melebar Usai Takluk dari Bhayangkara