PSM Hadapi Dewa United: Nilai Pasar Tertinggi di Tangan Tamu, Debut Lagator Dinanti

- Rabu, 11 Februari 2026 | 14:30 WIB
PSM Hadapi Dewa United: Nilai Pasar Tertinggi di Tangan Tamu, Debut Lagator Dinanti

PSM Hadapi Dewa United di Parepare: Siapa Lebang Mewah?

MAKASSAR – Sabtu nanti (14/2/2026), Gelora BJ Habibie di Parepare bakal jadi saksi duel seru antara PSM Makassar melawan Dewa United. Laga ini tentu menarik dari segi taktik dan performa. Tapi, ada satu hal lain yang tak kalah menarik untuk dibedah: nilai pasar kedua skuad. Dan hasilnya cukup mengejutkan.

Faktanya, tim tamu, Dewa United, punya skuad yang lebih "mahal". Data dari Transfermarkt menunjukkan, nilai total pemain Dewa United mencapai Rp110,81 miliar. Sementara PSM, sang tuan rumah, berada sedikit di bawah dengan angka Rp102,55 miliar.

Kalau dirata-ratakan, nilai per pemain Dewa United sekitar Rp3,57 miliar. Sedangkan di kubu Pasukan Ramang, angkanya Rp2,93 miliar. Cukup signifikan selisihnya.

Namun begitu, PSM punya keunggulan di sisi lain: usia. Rata-rata skuad mereka lebih muda, 25,5 tahun, dibandingkan Dewa United yang 27,6 tahun. Pemain tertua PSM saat ini adalah Rasyid Bakri yang berusia 35 tahun.

Soal pemain termahal, Dewa United juga unggul. Tahtanya dipegang oleh pemain asing mereka, Noh Sadoui, yang dihargai Rp10,43 miliar.

Pemain asal Maroko berusia 32 tahun itu punya tinggi 180 cm dan biasa bermain sebagai sayap kiri. Sosok yang pasti jadi ancaman serius untuk lini belakang PSM.

Lalu, siapa jawara harga di tim Juku Eja? Saat ini, gelar itu dipegang oleh pendatang baru, Dusan Lagator asal Montenegro. Nilai pasarnya Rp7,82 miliar, menggeser Yuran Fernandes yang sebelumnya memegang status tersebut.

Tapi, ada catatan besar untuk Lagator. Bek tengah bertinggi 190 cm ini masih jadi tanda tanya besar. Dia adalah rekrutan terbaru di bursa transfer paruh musim dan sama sekali belum pernah diturunkan. Belum teruji di lapangan hijau bersama PSM.

Meski di atas kertas nilai pasar kalah, jangan remehkan PSM. Rekor pertemuan di Liga 1 justru bicara lain.

Editor: Yuliana Sari


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar