Warga Antusias Sambut Bantuan Sembako dan Barang Kebutuhan dari Istana di Monas

- Minggu, 29 Maret 2026 | 01:55 WIB
Warga Antusias Sambut Bantuan Sembako dan Barang Kebutuhan dari Istana di Monas

Sabtu pagi di sekitar Monas terasa berbeda. Keriuhan bukan cuma dari wisatawan, tapi dari antrean panjang ibu-ibu yang menunggu giliran mendapat sembako murah. Gerakan yang digelar Istana ini jelas disambut hangat, seperti yang dirasakan Sintia, seorang emak-emak dari Petamburan.

"Iya benar, sering-sering," ujar Sintia, harapannya sederhana. Ia ditemui di sela-sela keramaian, wajahnya terlihat sumringah.

Bagi Sintia dan kebanyakan ibu-ibu lain, program seperti ini sangat membantu menekan pengeluaran bulanan. Isi paketnya cukup lengkap, mulai dari beras, minyak, telur, sampai potongan ayam. Lumayan, kan? Jadi ada yang bisa ditabung untuk keperluan lain.

"Sembako itu dapatnya beras minyak terus telor ada gula juga ada ayam," jelasnya sambil merinci.

"Terus yang non sembako... ada stand-standnya berbeda-beda jadi gabisa milih. Ada yang dapat tas untuk anak-anak sekolah, ada yang dapat mukena, baju koko, ada baju anak-anak gamis gitu. Alhamdulillah sih bermanfaat. Sepatu juga ada," tambah Sintia.

Intinya, program ini meringankan beban. "Lumayan juga bisa buat meringani kita juga lah istilahnya," lanjutnya.

Di sisi lain, pemerintah punya alasan tersendiri menyelenggarakan acara ini. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyebut, ini bentuk apresiasi Presiden Prabowo.

Antusiasme masyarakat saat lebaran di Istana pekan lalu rupanya meninggalkan kesan. "Bapak Presiden ingin sebanyak-banyaknya rakyat dapat berbagi kebahagiaan lebaran dalam suasana yang hangat dan penuh kebersamaan," kata Teddy.

Skala acaranya memang tak main-main. Istana menyiapkan 100.000 kupon belanja senilai Rp500.000 per kupon untuk sembako dan barang kebutuhan. Belum lagi 300.000 porsi makanan gratis yang disediakan. Yang menarik, sekitar 800 pedagang UMKM kaki lima dilibatkan, memberi nuansa bazar yang meriah sekaligus menggerakkan ekonomi akar rumput.

Suasana kebersamaan itu jelas terasa. Dari wajah-wajah seperti Sintia, hingga semangat para pedagang kecil yang ikut meramaikan.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar