Setelah ditutup melemah di akhir pekan, IHSG hari ini berpeluang bangkit. Catat saja, indeks sempat anjlok 1,62 persen ke level 7.585 pada sesi Jumat lalu. Tekanan jual asing yang cukup besar, mencapai Rp308 miliar, ikut memberi warna pada pekan yang kurang bersahabat itu.
Lalu, saham-saham apa yang jadi sasaran empuk? Asing tampaknya melepas saham-saham perbankan besar seperti BBRI, BMRI, dan BBCA. Tak ketinggalan, BBNI dan ESSA juga ikut diborong.
Nah, untuk pergerakan hari ini, ada sinyal rebound. Menurut Fanny Suherman, Head of Retail Research BNI Sekuritas, IHSG berpotensi menguat menuju 7.650.
Tapi dia juga memberi catatan penting.
"Tetapi jika tidak berhasil break di atas 7.700, akan kembali koreksi ke 7.400an," ujarnya dalam riset yang dirilis Senin ini.
Jadi, kisaran support diperkirakan ada di 7.400-7.480. Sementara resistance, ya di sekitar 7.650-7.700. Perdagangan hari ini kemungkinan akan bergerak di antara dua zona itu, menunggu momentum yang lebih jelas.
Dari proyeksi tersebut, Fanny punya beberapa rekomendasi saham pilihan. Dia menyoroti enam saham, terutama dari sektor energi dan tambang: BUMI, MEDC, ELSA, INCO, ARCI, dan TINS. Masing-masing diberi label "Spec Buy" dengan area beli, target, dan level cutloss yang spesifik.
Untuk BUMI, area beli di Rp226-Rp230 dengan cutloss di bawah Rp220. Target dekatnya Rp234-Rp240.
MEDC bisa dipertimbangkan di harga Rp1.740-Rp1.765. Kalau tembus di bawah Rp1.735, lebih baik cutloss. Targetnya Rp1.815-Rp1.860.
ELSA punya area beli Rp835-Rp850. Stop loss-nya di bawah Rp820, sementara target dekat di kisaran Rp875-Rp900.
INCO, saham tambang ini, area belinya di Rp6.100-Rp6.200. Jaga level Rp5.950 sebagai batas aman. Targetnya Rp6.300-Rp6.500.
ARCI bisa dibeli di Rp1.620-Rp1.680. Cutloss di bawah Rp1.600, dengan target Rp1.710-Rp1.760.
Terakhir, TINS. Area akumulasinya di Rp3.700-Rp3.760. Jika jatuh di bawah Rp3.640, sebaiknya keluar. Target dekat ada di rentang Rp3.800-Rp3.870.
Semua proyeksi ini tentu saja bukan jaminan. Tapi setidaknya, memberi peta bagi investor untuk menyusun strategi di tengah pasar yang masih berusaha mencari arah.
Artikel Terkait
Mayapada Hospital Luncurkan Teknologi Kedokteran Nuklir untuk Tingkatkan Presisi Perawatan Kanker
Jumlah Investor Pasar Modal Tembus 26 Juta, IHSG Justru Terkoreksi 6,6% dalam Sepekan
BEI Luncurkan Kampanye ‘Aku Net-Zero Hero’ di Hari Bumi, Dorong Partisipasi Publik dalam Perdagangan Karbon
Pekan Terakhir April 2026: Tiga Faktor Global Picu Ketegangan Pasar Minyak dan Emas