Luhut Buka Suara Soal Utang Kereta Cepat: Purbaya Tanya, Siapa yang Minta APBN?

- Jumat, 17 Oktober 2025 | 01:50 WIB
Luhut Buka Suara Soal Utang Kereta Cepat: Purbaya Tanya, Siapa yang Minta APBN?

Luhut Binsar Pandjaitan: Restrukturisasi Utang Kereta Cepat Whoosh Tinggal Tunggu Keppres

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi era Jokowi serta Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, angkat bicara menanggapi viralnya isu utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) Whoosh. Luhut menegaskan bahwa persoalan utang Whoosh dapat diselesaikan melalui restrukturisasi dan menampik adanya permintaan penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk membayarnya.

Dalam acara "1 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Optimism on 8% Economic Growth" di Jakarta, Luhut menyatakan bahwa dirinyalah yang dari awal berhadapan langsung dengan pihak Tiongkok, termasuk dengan China Development Bank (CDB) sebagai kreditur. Ia mengklaim telah melakukan sejumlah perbaikan sejak menerima proyek tersebut dan bahwa proses audit oleh BPKP telah dilakukan.

"China sudah bersedia kok, gak ada masalah. Apa yang gak bisa diselesaikan kalau kita kompak? Dengan data-data," ujar Luhut.

Kunci Penyelesaian: Keputusan Presiden

Luhut mengungkapkan bahwa proses restrukturisasi utang Whoosh saat ini tinggal menunggu penerbitan Keputusan Presiden (Keppres). Beleid ini diperlukan untuk menetapkan tim perunding Indonesia yang akan berhadapan dengan CDB. Ia mengaku telah meminta Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani, untuk segera menyusun dan mengajukan nama-nama tim tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto untuk disahkan.

Luhut juga menyindir pihak-pihak yang menurutnya berbicara tanpa data, terutama yang menghubungkan utang Whoosh dengan isu Laut China Selatan. Ia menantang pihak-pihak tersebut untuk beradu data dan menegaskan bahwa kedua isu tersebut adalah hal yang terpisah.

Opsi Pembayaran Utang dan Peran Danantara

Sebelumnya, ide untuk menggunakan APBN dalam penyelesaian utang Whoosh muncul dari Danantara. Opsi yang diajukan antara lain penyertaan modal negara kepada PT KAI atau penyerahan infrastruktur kereta cepat kepada pemerintah.

Di sisi lain, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mendorong Danantara untuk melunasi utang Whoosh menggunakan dividen Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Hal ini mengingat laba BUMN yang sebelumnya dikelola Kementerian Keuangan kini sepenuhnya diambil alih oleh Danantara. Purbaya memperkirakan bunga utang Whoosh yang harus dibayar Danantara mencapai Rp2 triliun per tahun, sementara proyeksi pendapatan operasional Whoosh hanya Rp1,5 triliun.

Dengan adanya restrukturisasi utang dan komitmen dari kedua belah pihak, diharapkan beban finansial proyek Whoosh dapat dikelola tanpa membebani APBN.

Sumber: CNN Indonesia

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar