UPN Veteran Jatim dan Pesantren Digipreneur Al Yasmin Jajaki Sinergi Pendidikan dan Kewirausahaan Digital

- Selasa, 28 April 2026 | 23:45 WIB
UPN Veteran Jatim dan Pesantren Digipreneur Al Yasmin Jajaki Sinergi Pendidikan dan Kewirausahaan Digital

TVRINews, Surabaya

Ada yang menarik terjadi di Surabaya, Selasa lalu. Pesantren Digipreneur Al Yasmin datang berkunjung ke UPN "Veteran" Jawa Timur. Bukan sekadar jalan-jalan, ini soal membangun jembatan.

Pertemuan itu, kata mereka, jadi momen buat ngeratain relasi. Tapi lebih dari itu ada harapan buat kolaborasi strategis. Baik di bidang akademik maupun yang non-akademik. Semua dibicarakan dengan hangat.

Rombongan pesantren dipimpin langsung oleh sang founder, Helmy M. Noor. Mereka disambut Rektor UPN, Prof. Dr. Ir. Akhmad Fauzi, plus jajaran. Suasananya? Akrab, penuh tawa dan jabat tangan.

Di ruang pertemuan, Helmy memaparkan program unggulan. Ada Pesantren Mahasiswi, Talenta Digital Santri, Majelis Dzikir & Sholawat, sampai Koperasi Pondok Pesantren Al Yasmin. Semua dirancang buat ngeboost kapasitas santri, mahasiswa, dan masyarakat luas. Biar punya daya saing di era digital, tapi nilai-nilai keislaman tetap dipegang erat.

"Alhamdulillah hari ini, keluarga besar Pesantren Digipreneur Al Yasmin bersilaturahmi ke UPN Veteran Jatim," ujar Helmy, suaranya terdengar semangat.

Ia melanjutkan, "Kami disambut luar biasa oleh Pak Rektor. Kami diajak berkeliling untuk melihat bagaimana luar biasanya kampus UPN Veteran Jawa Timur ini. Kami mendapatkan banyak hal dari sini untuk mengembangkan program dan kebaikan untuk kemaslahatan umat, termasuk Al Yasmin."

Menurut Helmy, kunjungan ini bukan cuma silaturahmi biasa. Ini ruang belajar. Sekaligus penjajakan sinergi antara pesantren dan perguruan tinggi. Kolaborasi dengan kampus berbasis teknologi, katanya, bakal ngasih nilai tambah buat pemberdayaan santri dan generasi muda.

Di sisi lain, Rektor UPN, Prof. Akhmad Fauzi, ngasih apresiasi. Ia kagum sama semangat Pesantren Digipreneur Al Yasmin dalam membangun jiwa kewirausahaan. Bukan cuma buat santri, tapi juga mahasiswa, pelajar, dan masyarakat umum.

"Pesantren Digipreneur Al Yasmin luar biasa semangat dalam membangun entrepreneur dari para santri, mahasiswa, pelajar, sekaligus masyarakat luas," kata Prof. Fauzi.

Ia menambahkan, "Tentunya dari silaturahmi ini ada irisan-irisan yang bisa kita kerja samakan, baik itu dari riset-riset hasil UPN Jatim. Kami sebagai kampus yang concern terhadap teknologi kebaruan tentu dapat kita manfaatkan bersama."

Menurutnya, banyak potensi yang bisa disinergikan. Sumber daya mahasiswa, program KKN Pesantren, sampai laboratorium digital. Semua bisa dipake buat bantu transformasi teknologi di lingkungan pesantren.

"Kami punya banyak mahasiswa yang bisa kita mintakan bantuan ke Pesantren Digipreneur Al Yasmin untuk kita bina bersama-sama. Kami juga memiliki program KKN Pesantren yang bisa kita kolaborasikan untuk membantu memajukan generasi-generasi agar lebih berdaya guna dan berdaya saing," imbuhnya.

Usai pertemuan, rombongan diajak jalan-jalan. Mereka meninjau fasilitas unggulan kampus: Fakultas Kedokteran, Fakultas Ilmu Komputer, Laboratorium Integrated Digital, dan LPPM. Di sana, mereka juga lihat berbagai produk inovasi hasil karya sivitas akademika UPN. Keren-keren, katanya.

Prof. Fauzi punya harapan besar. Fasilitas dan sumber daya yang dimiliki UPN, menurutnya, bisa ngasih kontribusi nyata buat pengembangan Pesantren Digipreneur Al Yasmin ke depan.

"Alhamdulillah, kami juga punya laboratorium digital yang bisa membantu pesantren untuk melihat bagaimana digital activism dari pesantren yang bisa kita kolaborasikan. Semoga dengan apa yang kami miliki di UPN Veteran Jawa Timur ini bisa membantu memajukan dan mengembangkan Pesantren Digipreneur Al Yasmin," tuturnya.

Dari kunjungan ini, kedua belah pihak optimistis. Mereka yakin bisa membangun sinergi berkelanjutan. Buat kemajuan pendidikan, penguatan kewirausahaan, dan pemberdayaan generasi muda. Yang penting, adaptif terhadap perkembangan zaman, tapi tetap berlandaskan nilai keagamaan. Ya, semoga saja.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar