PSM Hadapi Dewa United di Parepare: Siapa Lebang Mewah?
MAKASSAR – Sabtu nanti (14/2/2026), Gelora BJ Habibie di Parepare bakal jadi saksi duel seru antara PSM Makassar melawan Dewa United. Laga ini tentu menarik dari segi taktik dan performa. Tapi, ada satu hal lain yang tak kalah menarik untuk dibedah: nilai pasar kedua skuad. Dan hasilnya cukup mengejutkan.
Faktanya, tim tamu, Dewa United, punya skuad yang lebih "mahal". Data dari Transfermarkt menunjukkan, nilai total pemain Dewa United mencapai Rp110,81 miliar. Sementara PSM, sang tuan rumah, berada sedikit di bawah dengan angka Rp102,55 miliar.
Kalau dirata-ratakan, nilai per pemain Dewa United sekitar Rp3,57 miliar. Sedangkan di kubu Pasukan Ramang, angkanya Rp2,93 miliar. Cukup signifikan selisihnya.
Namun begitu, PSM punya keunggulan di sisi lain: usia. Rata-rata skuad mereka lebih muda, 25,5 tahun, dibandingkan Dewa United yang 27,6 tahun. Pemain tertua PSM saat ini adalah Rasyid Bakri yang berusia 35 tahun.
Soal pemain termahal, Dewa United juga unggul. Tahtanya dipegang oleh pemain asing mereka, Noh Sadoui, yang dihargai Rp10,43 miliar.
Pemain asal Maroko berusia 32 tahun itu punya tinggi 180 cm dan biasa bermain sebagai sayap kiri. Sosok yang pasti jadi ancaman serius untuk lini belakang PSM.
Lalu, siapa jawara harga di tim Juku Eja? Saat ini, gelar itu dipegang oleh pendatang baru, Dusan Lagator asal Montenegro. Nilai pasarnya Rp7,82 miliar, menggeser Yuran Fernandes yang sebelumnya memegang status tersebut.
Tapi, ada catatan besar untuk Lagator. Bek tengah bertinggi 190 cm ini masih jadi tanda tanya besar. Dia adalah rekrutan terbaru di bursa transfer paruh musim dan sama sekali belum pernah diturunkan. Belum teruji di lapangan hijau bersama PSM.
Meski di atas kertas nilai pasar kalah, jangan remehkan PSM. Rekor pertemuan di Liga 1 justru bicara lain.
Dari tujuh pertemuan sebelumnya, PSM menang tiga kali, seri dua kali, dan kalah dua kali. Kedua tim sama-sama pernah saling mengalahkan di kandang lawan. Jadi, ini benar-benar duel yang seimbang.
Dari segi produktivitas, anak asuh Tomas Trucha ini juga lebih tajam. Mereka sudah 11 kali membobol gawang Dewa United, sementara kebobolan "hanya" delapan kali.
Peluang Emas untuk Sang Pemain Termahal
Nah, inilah momentum yang mungkin ditunggu-tunggu. Dusan Lagator, pemain anyar termahal PSM itu, punya kans besar untuk langsung jadi starter melawan Dewa United.
Peluang itu terbuka lebar karena sang kapten, Yuran Fernandes, dipastikan absen akibat akumulasi kartu kuning. Yuran sudah mengantongi kartu kuning keempat saat PSM bertandang ke PSBS Biak pekan lalu.
Kosongnya posisi bek tengah itu hampir pasti akan diisi oleh Lagator. Jika benar, maka laga di GBH nanti akan menjadi debut pertamanya membela PSM. Tekanan langsung datang di laga kandang.
Pelatih Tomas Trucha sendiri sudah memberi sinyal jelas. Dia berharap semua pemain baru bisa langsung berkontribusi positif.
"Kami mendatangkan tiga pemain baru, dan beberapa sudah debut. Saya berharap mereka bisa memberikan kontribusi yang baik untuk tim ini ke depannya," tegas Trucha.
Pernyataan itu sekaligus jadi peringatan. Dusan Lagator tidak boleh cuma jadi pajangan atau pelengkap skuad. Statusnya sebagai pemain termahal dan kebutuhan tim mendesak harus dibuktikan dengan performa. Dia harus merebut tempat dan menjaga persaingan sehat di dalam tim. GBH menunggu pembuktiannya.
Artikel Terkait
Persib Hadapi Ratchaburi di Laga Tandang Krusial 16 Besar ACL Two
MRC Harum Lestari Hajar PS Telkom Makassar 11-0 di Liga 4 Sulsel
Timnas Indonesia U-17 Tantang China Lagi, Usai Dibantai Tujuh Gol Tanpa Balasan
Persib Andalkan Sergio Castel untuk Hadapi Ratchaburi di Panggung Asia