Pemudik Motor Pilih Perjalanan Santai Demi Kesehatan Anak di Jalur Bekasi

- Minggu, 29 Maret 2026 | 02:36 WIB
Pemudik Motor Pilih Perjalanan Santai Demi Kesehatan Anak di Jalur Bekasi

Jalan KH Noer Ali di Bekasi siang itu ramai oleh kendaraan pemudik. Di antara lalu lalang motor dan mobil, terlihat Astour (40) sedang duduk lesehan di trotoar, ditemani dua anaknya. Mereka tampak sedang beristirahat sejenak. Rupanya, perjalanan panjang dari Purwokerto menuju Serang, Banten, membuatnya memilih untuk tak terburu-buru.

"Wah, kemarin sih berangkat dari Purwokerto itu jam 4 sore," ujar Astour, menceritakan awal perjalanannya pada Jumat (27/3/2026).

Dia lalu menunjuk ke arah jalan. "Nah, ini baru sampai sini (Bekasi) baru jam segini, hampir 24 jam saya," imbuhnya, ditemui Sabtu (28/3/2026).

Dengan kondisi seperti itu, masih ada sekitar tiga hingga empat jam lagi di atas motor sebelum benar-benar tiba di rumah. Tapi bagi Astour, waktu bukanlah masalah utama. Yang penting adalah kenyamanan kedua anaknya. Dia mengaku sengaja mengambil ritme perjalanan yang sangat santai, dengan banyak berhenti. Bahkan, bermalam di jalan pun jadi pilihan.

"Iya bermalam di jalan, iya. Kan bawa anak kan biar istirahat juga sih sebenarnya kayak gitu juga," katanya.

"Biar nggak terlalu capek juga, kasihan," lanjut Astour, suaranya terdengar penuh pertimbangan.

Soal berapa kali persisnya berhenti, dia mengaku sudah tak menghitung. "Wah, enggak kehitung. Enggak kehitung, pelan-pelan iya itu aja sih intinya," ucapnya sambil tertawa kecil. Strategi ini dia ambil bukan tanpa alasan. Selain untuk menjaga kondisi buah hatinya, ini juga jadi cara menghindari puncak arus balik gelombang kedua.

Dia memperkirakan, kondisi jalan akan makin padat keesokan harinya. "Biar nggak macet aja sih besok pasti makin macet soalnya ya," jelasnya. Lagipula, sisa waktu libur sebelum kembali kerja bisa digunakan untuk istirahat total di rumah, tanpa harus kelelahan ekstra di perjalanan.

Dari segi biaya, mudik pakai motor tetap jadi pilihan paling masuk akal baginya. Dibandingkan harus membeli tiket bus, ongkos yang dikeluarkan jauh lebih ringan. Cukup untuk bensin saja.

"Untuk isi bensin, ya kurang lebih 150-an bisa sampai ke Serang," tutur Astour. Sekitar seratus lima puluh ribu rupiah untuk sebuah perjalanan pulang yang penuh kehati-hatian dan mengutamakan keluarga.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar