Jakarta diguncang berita dini hari tadi. Tepatnya pukul 01.41 WIB, getaran kuat melanda wilayah Maluku Barat Daya. Gempa dengan magnitudo 6,5 itu terjadi di laut, sekitar 48 kilometer di timur laut kabupaten tersebut. Menurut data BMKG, pusat gempa berada cukup dalam, sekitar 141 kilometer di bawah permukaan bumi.
Untungnya, kabar buruk bisa dihindari.
"Tidak berpotensi tsunami,"
demikian pernyataan resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika yang dirilis Minggu (29/3/2026) itu. Meski begitu, mereka tetap mengingatkan warga untuk tidak lengah sepenuhnya.
"Hati-hati terhadap gempa bumi susulan yang mungkin terjadi,"
begitu pesan yang disampaikan BMKG. Peringatan ini wajar, mengingat kekuatan gempa yang cukup signifikan dan sejarah seismik wilayah Maluku yang aktif.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di lapangan masih belum jelas. Belum ada laporan resmi mengenai dampak goncangan tersebut. Apakah ada bangunan yang rusak, korban luka, atau bahkan korban jiwa? Semua itu masih dalam proses pemantauan. Tim terkait dipastikan sedang bekerja untuk mengumpulkan informasi dari wilayah terdampak.
Peristiwa ini mengingatkan kita kembali pada kerawanan sebagian besar wilayah Indonesia terhadap bencana geologis. Baru-baru ini, Sulawesi Tenggara juga dilaporkan diguncang puluhan kali gempa dalam rentang waktu singkat. Kejadian di Maluku Barat Daya dini hari tadi semakin menegaskan bahwa kewaspadaan dan kesiapsiagaan harus selalu menjadi prioritas.
Artikel Terkait
Kecelakaan Maut di Tol Cipali, Satu Tewas dan Belasan Luka Akibat Bus Tabrak Truk
Prabowo Kerahkan Seluruh Sumber Daya Pemerintah untuk Hentikan Kebocoran Kekayaan Negara
Harga Cabai Meroket, Pedagang dan Pembeli di Pasar Lenteng Agung Keluhkan Lonjakan Bahan Pokok
Pemerintah dan BRI Salurkan KUR ke 1.000 Pelaku Ekraf di Bali, Dorong UMKM Naik Kelas