Harga Cabai Meroket, Pedagang dan Pembeli di Pasar Lenteng Agung Keluhkan Lonjakan Bahan Pokok

- Sabtu, 23 Mei 2026 | 15:35 WIB
Harga Cabai Meroket, Pedagang dan Pembeli di Pasar Lenteng Agung Keluhkan Lonjakan Bahan Pokok

Lonjakan harga sejumlah bahan pokok dan sayuran di pasar tradisional kembali dikeluhkan para pedagang dan pembeli. Kondisi ini dinilai semakin memberatkan daya beli masyarakat di tengah tekanan ekonomi yang masih berlangsung.

Berdasarkan pantauan di Pasar Lenteng Agung, Jakarta Selatan, kenaikan harga paling signifikan terjadi pada komoditas cabai. Seorang pedagang sayur yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, harga berbagai jenis cabai melonjak tajam dalam beberapa pekan terakhir. Cabai keriting yang sebelumnya dijual Rp40 ribu hingga Rp45 ribu per kilogram, kini naik menjadi Rp70 ribu per kilogram.

"Naik semua. Cabai yang paling mahal, biasanya Rp40 ribu sampai Rp45 ribu per kg. Sekarang sudah Rp70 ribu per kg, itu cabai keriting," ujarnya.

Sementara itu, harga cabai rawit merah mencapai Rp90 ribu per kilogram. Padahal sebelumnya, harga komoditas tersebut masih berkisar antara Rp50 ribu hingga Rp60 ribu per kilogram.

"Cabai rawit merah sekarang Rp90 ribu, biasanya Rp50 ribu-Rp60 ribu," kata dia.

Kenaikan harga ini, menurut pedagang tersebut, berdampak langsung pada pendapatan mereka. Modal belanja yang membengkak tidak sebanding dengan keuntungan yang kian menipis. "Ngaruh ke pendapatan, tambah modal, untungnya tipis. Pendapatnya kurang. Kenaikan dari lama sih, tapi baru hari ini mahal lagi," keluhnya.

Di sisi lain, keluhan serupa juga disampaikan para pembeli. Seorang warga bernama Bedah mengaku terkejut dengan lonjakan harga pangan yang dinilainya sudah sangat memberatkan masyarakat kecil. "Waduh benar-benar gila banget, mahal banget. Semua sayuran mahal, bahan pangan semua, bahan pokok, semuanya naik," ujar Bedah.

Menurutnya, kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok bahkan mendekati 100 persen. Ia pun mendesak pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menstabilkan harga pangan di pasaran. "Saya minta kepada pemerintah tolong turunin harga pangan, rakyat kecil yang tidak mampu," katanya.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar