Selain mendatangkan Febri, manajemen Persis juga melakukan perekrutan pemain lokal lain seperti Septian Bagaskara dan Alexvan. Langkah ini merupakan bagian dari upaya besar-besaran menyelamatkan musim, mengingat tim asal Solo tersebut sedang terpuruk di dasar klasemen dengan hanya 10 poin dari 19 laga.
Perombakan Besar-besaran di Kandang Laskar Sambernyawa
Tak hanya di sektor lokal, perubahan drastis juga terjadi pada barisan pemain asing. Persis Solo mendaftarkan lima nama baru: Luka Domancic, Vukasin Vranes, Dusan Mijic, Miroslav Maricic, dan Roman Paparyga. Cuci gudang ini menunjukkan keseriusan pihak manajemen untuk mengubah nasib tim di sisa kompetisi.
Ujian Kedewasaan untuk Febri dan Harapan Baru untuk Persis
Kehadiran Febri Hariyadi diharapkan menjadi lebih dari sekadar tambahan kualitas teknis. Nama besarnya berpotensi menjadi penguat moral bagi skuad yang sedang dilanda krisis kepercayaan diri. Dari sisi taktis, kecepatan dan kelincahannya di sayap dianggap sebagai jawaban atas masalah transisi serangan Persis yang selama ini kerap tumpul.
Namun, perpindahan ini juga menjadi ujian karakter tersendiri bagi Febri. Beralih dari tim papan atas ke klub juru kokol klasemen menuntut adaptasi mental yang tidak mudah. Ia tak lagi bisa mengandalkan superioritas kolektif seperti di Persib. Tantangannya kini adalah memimpin, bekerja keras dalam tekanan, dan berkontribusi nyata untuk mengangkat Persis dari zona degradasi. Kesuksesan misi ini akan sangat bergantung pada bagaimana ia menjawab tantangan tersebut di sisa musim.
Artikel Terkait
Persebaya Incar Ramadhan Sananta dan Victor Dethan untuk Proyek Ambisius Bernardo Tavares
FIFA Tolak Sanksi untuk Israel, Abaikan Putusan dan Kritik ICJ
Veda Ega Pratama Ukir Sejarah, Raih Podium Perdana Indonesia di Moto3 Brasil
Veda Ega Ungguli Rival Rookie di Dua Seri Pembuka Moto3 2026