HAMILTON – Dari sela-sela kesibukannya di Kanada, Presiden AS Donald Trump memberikan pernyataan singkat namun mengejutkan soal Iran. Senin lalu, dia bilang Amerika Serikat bakal mengambil sendiri uranium yang diperkaya milik Iran jika kedua negara akhirnya sepakat membuat kesepakatan.
Gimana caranya? “Gampang,” ujarnya pendek, menanggapi pertanyaan wartawan yang mencoba mengulik rencana itu. Persoalan uranium ini, seperti kita tahu, udah jadi sumber pertikaian bertahun-tahun antara Washington dan Teheran.
“Kalau kita punya kesepakatan dengan mereka, kita ambil sendiri,” tambah Trump, tanpa mau bertele-tele.
Menurutnya, pembicaraan terbaru antara kedua pihak terjadi Minggu malam. Tapi klaim ini langsung dibantah oleh Iran. Sebelum terbang ke AS bagian selatan, Trump terlihat optimis. “Mereka sangat pengin bikin kesepakatan. Kami juga,” katanya pada awak media.
“Kita mungkin bakal teleponan hari ini,” ucapnya lagi.
Di sisi lain, dia mengaku bahwa pejabat Iran kesulitan untuk keluar dari negaranya. Meski begitu, dia yakin pertemuan langsung antara pejabat AS dan Iran akan terjadi. “Pada suatu saat, sangat, sangat segera,” tegas Trump.
Pagi itu, dia juga mengumumkan jeda lima hari serangan terhadap fasilitas energi Iran. Ada nada ultimatum dalam pernyataannya. “Kita lihat hasilnya. Kalau beres, selesai sudah masalah ini. Kalau enggak, ya kita teruskan bombardir sesuka hari kita.”
Pernyataan-pernyataan Trump ini, seperti biasa, langsung memantik reaksi. Iran membantah keras klaim adanya dialog produktif. Sementara Uni Eropa menyambut baik keputusan penundaan serangan itu. Situasinya tetap tegang, dan dunia kembali menunggu langkah selanjutnya.
Artikel Terkait
Dua Pelaku Penipuan Velg Mobil dengan Bukti Transfer Palsu Diamankan Warga di Cideng
Kajian UGM: Perjanjian Dagang RI-AS Dinilai Timpang, Indonesia Dibebani Kewajiban Lebih Besar
OJK Catat Kredit Perbankan Tumbuh 9,49 Persen pada Kuartal I 2026, NPL Terjaga di 2,1 Persen
Kebakaran di Tanjung Barat Tewaskan Auditor BPK, DPR Berduka