Kapten Ardiansyah Nur Bawa Timnas Futsal Indonesia Lolos ke Final Piala Asia 2026

- Jumat, 06 Februari 2026 | 11:00 WIB
Kapten Ardiansyah Nur Bawa Timnas Futsal Indonesia Lolos ke Final Piala Asia 2026

MURIANETWORK.COM - Indonesia Arena bergemuruh, Kamis (5/2/2026) malam, menyaksikan sejarah terukir. Timnas Futsal Indonesia berhasil mengamankan tiket final Piala Asia 2026 usai menaklukkan Jepang dengan skor 5-3 di babak semifinal. Di tengah euforia kemenangan bersejarah itu, sang kapten, Ardiansyah Nur, terduduk lemas di tengah lapangan, tak kuasa menahan haru.

Detik-Detik Haru Sang Pemimpin

Peluit panjang tanda kemenangan baru saja menggema ketika Ardiansyah Nur, atau yang akrab disapa Anca, ambruk di lantai arena. Air mata pria kelahiran Makassar, 27 Agustus 1997 itu meleleh, melepaskan segala beban dan perjuangan panjang yang tertumpu di pundaknya. Momen itu menangkap lebih dari sekadar kelegaan; ia menggambarkan puncak dari sebuah perjalanan dedikasi yang membawa timnya melampaui batas.

Sebagai kapten dan anchor tim, kontribusinya pada kemenangan monumental itu nyata. Salah satu tembakannya bahkan berhasil membobol gawang Jepang setelah membentur kaki pemain lawan, Takehiro Motoishi, dan mengecoh kiper yang menjaga.

Jejak Langkah dari Makassar

Profil Ardiansyah Nur tak bisa dilepaskan dari akar kuatnya di Makassar. Darah kota itu mengalir deras dalam nadinya, dibesarkan oleh pasangan Muh Nur dan Maryam B Densu. Seluruh jenjang pendidikannya, mulai dari SD Inpres Malengkeri 2, SMP Negeri 26, hingga SMA Negeri 11, ia tempuh di kota yang sama. Fondasi keilmuannya kemudian diperdalam di Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Makassar (FIK UNM), di mana teori dan praktik olahraga menyatu membentuk mental atletnya.

Peralihan dari Rumput ke Lapangan Indoor

Jalan menuju futsal profesional tidak langsung mulus. Awalnya, Anca lebih akrab dengan sepak bola lapangan rumput. Ketertarikannya pada futsal mulai tumbuh di bangku SMP, namun gairah sesungguhnya baru benar-benar berkobar saat ia duduk di SMA. Baginya, futsal kemudian menjelma menjadi lebih dari sekadar permainan.

“Saya rasa futsal hal menyenangkan. Saya bisa dapat uang dengan melakukan hal yang saya sukai. Alhamdulillah bisa sampai sekarang,” ungkapnya dengan nada syukur yang dalam.

Editor: Hendra Wijaya


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar