Minimnya Peluang dan Jalan Buntu Negosiasi
Di Barca Atletic, kenyataan pahit yang dihadapi Junyent adalah bangku cadangan. Di bawah Juliano Belletti, pelatih yang sebenarnya sudah mengenalnya sejak level U-19, ia hanya kebagian 87 menit dari tiga penampilan. Jelas, ini tak cukup bagi pemain seusianya yang butuh jam terbang.
Kondisi itu rupanya yang mendorongnya untuk membuka opsi lain. Almeria muncul sebagai penyelamat. Mereka dikabarkan sudah menyepakati kontrak enam tahun dengan sang pemain.
Sebenarnya, Barcelona sempat berusaha. Di akhir bursa transfer musim dingin, negosiasi dengan Almeria dibuka. Tapi, seperti dilaporkan, pembicaraan macet. Pihak Barcelona disebut meminta klausul variabel dan persentase penjualan kembali yang dinilai terlalu berat oleh Almeria.
Kedua klub pun buntu. Tak ada titik temu.
Kegagalan negosiasi itu justru membuka jalan mulus bagi Junyent. Dia kini bisa menandatangani prakontrak dengan Almeria, dan kabarnya akan diresmikan dalam hitungan pekan. Jika ini terjadi, Barcelona benar-benar gigit jari. Mereka kehilangan aset muda tanpa kompensasi finansial.
Cerita ini seperti deja vu. Pemain muda berbakat, merasa tak punya perspektif, lalu memilih pergi dengan cuma-cuma. Bagi Barcelona yang sedang berjuang memperbaiki kondisi keuangan, situasi seperti ini adalah tamparan. Di sisi lain, bagi pemain seperti Junyent, ini adalah langkah berani untuk menyelamatkan masa depannya sendiri. Hanya waktu yang bisa menjawap, siapa yang benar dalam keputusan ini.
Artikel Terkait
PSM Makassar Terjebak Krisis Gol, Trucha Akui Serangan Tumpul
Detik-Detik Terakhir: MU Lepas Talenta Muda di Penghujung Bursa Transfer
Maarten Paes Tiba di Ajax dengan Satu Ambisi: Juara
Dewa United Buka Suara: Ivar Jenner Masuk Radar, Deal Masih Digodok