Persebaya Incar Sananta, Solusi untuk Krisis Gol di Ujung Lini?

- Senin, 02 Februari 2026 | 17:30 WIB
Persebaya Incar Sananta, Solusi untuk Krisis Gol di Ujung Lini?

SURABAYA Lagi-lagi, hasil imbang. Kali ini melawan Dewa United. Bagi Persebaya, ini bukan sekadar kehilangan dua poin. Ada masalah yang jauh lebih mendasar, dan itu terletak di ujung lini serangan. Mereka kesulitan sekali mengubah peluang menjadi gol.

Di tengah situasi yang serba gelisah itu, satu nama tiba-tiba ramai diperbincangkan. Ramadhan Sananta. Striker Timnas Indonesia yang saat ini membela Brunei DPMM FC itu disebut-sebut masuk dalam radar manajemen Persebaya untuk musim depan.

Isu ini pertama kali mencuat dari akun Instagram @seputarpemainbola.id, Minggu lalu. Menurut kabar itu, kontrak Sananta di Brunei akan berakhir pada Juni 2026. Artinya, peluang untuk memboyongnya terbuka lebar.

Ada dua opsi yang mungkin diambil: mendatangkannya di tengah musim kompetisi 2025/2026, atau menunggu hingga awal musim berikutnya.

Yang menarik, rumor ini punya dasar yang kuat. Bukan cuma isapan jempol belaka.

Reuni yang Masuk Akal

Bernardo Tavares, sang arsitek Persebaya saat ini, punya sejarah panjang dengan Sananta. Mereka pernah bekerja sama di PSM Makassar. Di sanalah Sananta benar-benar menemukan bentuk terbaiknya, berubah dari pemain pelapis menjadi mesin gol utama.

Musim 2022/2023 adalah buktinya. Sebelas gol ia cetak dari 28 penampilan. Ia menjadi top skor tim dan pilar penting bagi PSM kala itu.

Bagi Tavares, Sananta lebih dari sekadar angka. Dia punya karakter agresif di area penalti, kuat dalam duel udara, dan yang paling penting: insting mencetak gol yang sulit diajarkan. Profil seperti inilah yang sepertinya sedang dicari-cari Persebaya saat ini.

Namun begitu, perjalanan Sananta ke puncak tidaklah mulus.

Dari Liga 3 ke Sorotan Nasional

Nama Ramadhan Sananta benar-benar meledak di SEA Games 2023 Kamboja. Lima gol! Dua di antaranya ia cetak di partai final melawan Thailand, yang sekaligus mengantarkan Indonesia meraih medali emas.

Tapi sebelum jadi pahlawan nasional, jalannya berliku. Tahun 2021, ia masih bermain di Liga 3 bersama PS Harjuna Putra. Lalu sempat singgah di Persikabo 1973, tapi jarang mendapat kesempatan.


Halaman:

Komentar