Keberuntungannya berubah total saat PSM Makassar memberinya kepercayaan. Dan sisanya adalah sejarah.
Catatannya di DPMM FC memang belum terlalu mentereng hanya dua gol dari 15 laga. Tapi kita juga harus melihat faktor adaptasi dan sistem permainan yang berbeda. Itu tidak mudah.
Lantas, bagaimana reaksi dari pihak terkait?
Antara Harapan dan Realita
Di kalangan suporter Bonek, kabar ini disambut beragam. Ada yang antusias, berharap sang striker segera datang. Tapi ada juga yang berpikir lebih baik Sananta tetap di luar negeri untuk menimba pengalaman lebih dulu.
Dari sisi nilai, harga pasarnya saat ini diperkirakan sekitar Rp 4,78 miliar.
Sementara itu, Bernardo Tavares memilih bersikap sangat hati-hati. Ia enggan berkomentar panjang lebar.
Ucapannya singkat. Tapi justru di balik kesingkatan itu, tersimpan banyak kemungkinan yang bisa terjadi.
Pada akhirnya, ini lebih dari sekadar urusan transfer pemain biasa.
Jawaban atas Masalah yang Menganga
Kalau benar Sananta datang, dia bukan sekadar pemain baru. Dia adalah solusi. Seorang striker yang sudah paham betul dengan filosofi pelatihnya, seringkali jauh lebih berharga daripada membeli nama besar yang butuh waktu lama beradaptasi.
Kini, semua kembali ke tangan manajemen Persebaya. Apakah kisah sukses Tavares dan Sananta di Makassar akan mendapat babak barunya di Surabaya?
Kita tunggu saja. Bursa transfer tak lama lagi akan memberikan jawabannya.
Artikel Terkait
Babak Pertama Tanpa Gol, PSM dan Semen Padang Saling Jegal di Parepare
PSIS Ambil Langkah Darurat, Rekrut Alfredo Vera untuk Selamatkan Posisi di Klasemen
Poros Argentina di Persib Makin Kuat, Peralta Jadi Kunci?
Profesor Warsinggih Serahkan Formulir, Satu-satunya Calon Ketua PBSI Sulsel