Hujan deras yang mengguyur tanpa henti sejak Kamis sore telah mengubah pemandangan di Kabupaten Kendal. Dua puluh desa di lima kecamatan terendam banjir, mengisolasi akses jalan, merendam sekolah, dan menenggelamkan ratusan rumah warga.
Kondisinya masih parah hingga Jumat pagi. Menurut laporan di lapangan, genangan air masih menyelimuti jalan-jalan dan permukiman. Di Desa Kumpulrejo dan Kebonadem, situasinya cukup mengkhawatirkan. Penyebabnya? Pintu air Sungai Waridin dilaporkan jebol, mengalirkan air dalam volume besar ke pemukiman.
Kasi Kedaruratan BPBD Kendal, Iwan Sulistyo, memberikan konfirmasi terkait skala bencana ini.
"Hingga pagi ini, kami mencatat ada 20 desa dan kelurahan dari lima kecamatan yang masih terendam. Khususnya di Kumpulrejo, Kaliwungu, dan Kebonadem di Brangsong, itu akibat jebolnya pintu air Sungai Waridin," jelas Iwan.
Artikel Terkait
Komisi III Buka Pembahasan Dua RUU Krusial dengan Dengar Pendapat Ahli
Arcandra Apresiasi Kemensos, Kolaborasi Pusat-Daerah Jadi Kunci Wujudkan Sekolah Rakyat
Pak Ogah Masih Beraksi, Warga Tol Rawa Buaya Minta Dishub Turun Tangan
Medali Nobel Machado untuk Trump: Simbol Politik yang Tak Sederhana