Pintu Air Sungai Waridin Jebol, 20 Desa di Kendal Terendam Banjir

- Jumat, 16 Januari 2026 | 12:30 WIB
Pintu Air Sungai Waridin Jebol, 20 Desa di Kendal Terendam Banjir

Hujan deras yang mengguyur tanpa henti sejak Kamis sore telah mengubah pemandangan di Kabupaten Kendal. Dua puluh desa di lima kecamatan terendam banjir, mengisolasi akses jalan, merendam sekolah, dan menenggelamkan ratusan rumah warga.

Kondisinya masih parah hingga Jumat pagi. Menurut laporan di lapangan, genangan air masih menyelimuti jalan-jalan dan permukiman. Di Desa Kumpulrejo dan Kebonadem, situasinya cukup mengkhawatirkan. Penyebabnya? Pintu air Sungai Waridin dilaporkan jebol, mengalirkan air dalam volume besar ke pemukiman.

Kasi Kedaruratan BPBD Kendal, Iwan Sulistyo, memberikan konfirmasi terkait skala bencana ini.

"Hingga pagi ini, kami mencatat ada 20 desa dan kelurahan dari lima kecamatan yang masih terendam. Khususnya di Kumpulrejo, Kaliwungu, dan Kebonadem di Brangsong, itu akibat jebolnya pintu air Sungai Waridin," jelas Iwan.

Memang air sudah menunjukkan tanda-tanda surut. Namun begitu, jangan bayangkan kondisi sudah normal. Iwan menyebutkan, genangan yang tersisa masih cukup dalam untuk mengganggu aktivitas.

"Rata-rata sudah mulai turun, tapi ketinggiannya masih sekitar 20 sampai 70 sentimeter," imbuhnya.

Lima kecamatan yang terdampak meliputi Kendal, Ngampel, Pegandon, Brangsong, dan Kaliwungu. Banjir ini bukan datang dari satu titik saja. Air meluap dari lima sungai sekaligus yang membelah wilayah-wilayah tersebut: Sungai Kendal, Sungai Penut, Sungai Bedo, Sungai Waridin, dan Sungai Aji. Luapan massal itulah yang akhirnya menyatukan permukiman-pemukiman itu dalam satu genangan besar.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar