Namun begitu, insiden ini jadi pengingat penting buat Persebaya. Soal disiplin, mereka memang punya catatan yang perlu diperbaiki. Ambil contoh, tim ini sudah kebagian enam kartu merah sepanjang musim ini. Jumlah yang cukup banyak, bukan?
Performa di lapangan memang sedang naik daun, usai menaklukkan Malut United dan PSIM Yogyakarta. Tapi, semua itu bisa buyar kalau kedisiplinan diabaikan. Tren positif harus berjalan beriringan dengan sikap yang tertib.
Untungnya, masalah denda ini cuma urusan di luar garis lapangan. Sektor teknis tim sama sekali tidak terganggu. Pemain-pemain bisa tetap fokus, siap menghadapi laga-laga krusial di sisa kompetisi Super League 2025/2026. Mereka punya momentum, dan itu yang harus dijaga.
Artikel Terkait
Indonesia Gagal Bawa Pulang Gelar dari Swiss Open 2026
PSM Makassar Terancam Degradasi, Dua Laga Krusial Jadi Penentu Nasib
Alwi Farhan Gagal Juara Swiss Open, Indonesia Pulang Tanpa Gelar
Pontianak Tuan Rumah AVC Champions League 2026