Bellingham Soroti Mentalitas Usai Real Madrid Tersingkir dari Jalur Langsung

- Kamis, 29 Januari 2026 | 11:00 WIB
Bellingham Soroti Mentalitas Usai Real Madrid Tersingkir dari Jalur Langsung

Komentarnya itu seperti menyentil akar masalah yang selama ini menggerogoti performa Madrid musim ini. Performa mereka memang fluktuatif. Di fase liga Liga Champions saja, mereka sudah tiga kali kalah: dari Liverpool, Manchester City, dan yang terakhir Benfica. Kekalahan terakhir inilah yang paling fatal karena terjadi di saat-saat penentuan.

Padahal, sebenarnya mereka cuma butuh satu poin. Hasil imbang saja sudah cukup untuk menjaga asa finis di posisi aman. Tapi alih-alih bertahan, mereka malah kehilangan kendali. Situasi makin runyam setelah dua pemainnya, Raúl Asencio dan Rodrygo, diusir wasit di fase akhir laga. Dengan sepuluh pemain, pertahanan Madrid pun jebol oleh serangan-serangan gencar Benfica, yang puncaknya adalah gol Trubin yang dramatis itu.

Gol kiper itu sekaligus menjadi simbol betapa Madrid gagal menjaga fokus hingga peluit akhir berbunyi. Benfica pun melesat ke peringkat ke-24, sementara Madrid harus menelan pil pahit jalur playoff.

Jalan mereka belum berakhir, tentu saja. Fokus sekarang beralih ke babak playoff, di mana mereka berpotensi menghadapi Benfica lagi atau Bodo/Glimt. Semua tergantung undian Jumat nanti.

Bagi Bellingham, malam kelam di Lisbon ini mestinya jadi pengingat yang keras. Sebuah pelajaran berharga bahwa sekumpulan bintang sekalipun, tanpa konsistensi dan mental baja yang menyatu, akan kesulitan melangkah jauh di kompetisi sebesar Liga Champions.


Halaman:

Komentar