Suasana di Estádio da Luz, Kamis dini hari WIB, benar-benar muram untuk kubu Real Madrid. Mereka tumbang 2-4 dari Benfica dalam laga penentuan terakhir fase liga Liga Champions. Kekalahan itu bukan cuma sekadar angka, tapi memastikan Los Blancos terlempar dari posisi delapan besar. Mereka terpaksa harus melewati jalur playoff yang berliku.
Jude Bellingham, sang gelandang andalan, tampak hancur. Dia bermain penuh 90 menit, berusaha menggerakkan tim, tapi semua upaya itu pupus di menit-menit akhir. Yang paling menusuk adalah gol kemenangan Benfica di menit ke-98. Bukan dari striker, melainkan dari sundulan sang kiper, Anatoliy Trubin. Gol itu seperti mengubur harapan mereka untuk lolos langsung.
Usai pertandingan, Bellingham terlihat masih sulit menerima kenyataan. Ekspresinya bercampur antara lelah dan frustrasi.
Kata-katanya singkat, tapi cukup menggambarkan betapa pahitnya malam itu bagi seluruh skuad Madrid.
Namun begitu, di balik kekecewaannya, Bellingham menyoroti sesuatu yang lebih dalam dari sekadar taktik. Dia mengakui timnya punya segudang talenta individu yang mumpuni. Persoalannya, menurut dia, ada di sisi lain: mentalitas.
Artikel Terkait
Arbeloa Soroti Strategi Bertahan Madrid Hadapi Haaland di Etihad
Persija Jakarta Siap Lepas Dua Pemain Asing Usai Musim 2025/2026
Veda Ega Pratama Resmi Dikontrak Tim Legendaris Red Bull
Persebaya Krisis, Sembilan Pemain Kunci Kontrak Habis Jelang Akhir Musim