Persebaya Krisis, Sembilan Pemain Kunci Kontrak Habis Jelang Akhir Musim

- Selasa, 17 Maret 2026 | 12:00 WIB
Persebaya Krisis, Sembilan Pemain Kunci Kontrak Habis Jelang Akhir Musim
Krisis di Markas Bajol Ijo

SURABAYA – Situasi di markas Persebaya Surabaya sedang tidak baik-baik saja. Menjelang akhir musim Super League 2025/2026, ancaman besar menghadang. Bagaimana tidak, sembilan pemain kunci bernilai fantastis, Rp34,3 miliar, terancam hengkang. Suasana mencekam ini mendorong satu nama untuk kembali mencuat: Ramadhan Sananta. Mampukah dia menjadi penolong?

Faktanya, Green Force benar-benar di ujung tanduk. Beberapa pilar utama tim kontraknya habis. Ambil contoh Francisco Rivera dan Bruno Moreira. Nilai pasar masing-masing Rp6,95 miliar, dan peran mereka di lapangan sulit digantikan. Kalau keduanya pergi, bisa dibayangkan kekosongan yang ditinggalkan. Stabilitas tim musim depan? Bisa berantakan.

Masalahnya tak cuma di lini depan. Gawang pun ikut goncang. Dua kiper andalan, Ernando Ari dan Andhika Ramadhani, juga berpotensi angkat kaki. Ini bahaya besar. Ernando, misalnya, sudah berkali-kali jadi pahlawan dengan penyelamatan-penyelamatan krusial. Kehilangan mereka berdua sekaligus ibarat pukulan telak dari mana datangnya.

Daftarnya masih panjang. Bruno Paraiba, Leo Lelis, dan Risto Mitrevski ikut masuk dalam daftar pemain yang kontraknya segera berakhir. Mereka bukan sekadar pelengkap, lho. Selama ini, mereka bagian penting dari rotasi skuad yang menjaga ritme permainan.

Belum lagi Pedro Matos dan Riyan Ardiansyah. Masa depan mereka, terutama Riyan yang statusnya pinjaman, masih menggantung. Intinya, kerumitan yang dihadapi manajemen Persebaya saat ini luar biasa.

Yang bikin was-was, enam dari sembilan nama tadi adalah starter reguler di paruh kedua musim. Artinya, mereka tulang punggung tim. Wajar saja kalau suporter, Bonek dan Bonita, mulai gelisah. Desakan agar manajemen segera bergerak cepat kian keras terdengar. Mereka tak ingin timnya terpuruk.

Ramadhan Sananta: Oasis di Tengah Krisis?

Di tengah kekacauan itu, ada secercah harapan. Nama Ramadhan Sananta kembali mencuat, disebut-sebut sebagai jawaban atas kekosongan di lini depan. Striker yang sedang membela DPMM FC Malaysia ini bukan nama baru bagi Persebaya.

Sebenarnya, Persebaya hampir saja mendapatkannya di paruh musim lalu. Sayang, negosiasi mentok di tengah jalan. Kini, peluang itu muncul kembali. Dan situasinya lebih menguntungkan.

Sananta akan berstatus free transfer pada 30 Juni 2026. Performanya di Liga Super Malaysia? Dia telah mencetak 2 gol dan 1 assist dalam 15 penampilan. Yang menarik, ada faktor kedekatan personal. Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, pernah melatihnya di PSM Makassar. Hubungan ini bisa jadi kunci pembuka negosiasi yang lebih mulus.

Kehadirannya jelas akan jadi penawar rasa sakit. Jika para striker kunci benar-benar pergi, Sananta bisa langsung mengisi kekosongan itu. Dengan status transfer gratis dan hubungan baik dengan sang pelatih, peluang Persebaya merekrutnya terlihat cukup cerah.

Langkah Selanjutnya

Jelas, kehilangan sembilan pemain inti adalah mimpi buruk bagi masa depan Persebaya. Tapi, bukan berarti segalanya berakhir. Masih ada kesempatan untuk membenahi keadaan, dan merekrut Sananta adalah langkah logis yang bisa segera diambil.

Semua kini bergantung pada keputusan manajemen. Apakah mereka akan fokus memperpanjang kontrak pemain yang ada, atau berburu wajah-wajah baru seperti Sananta? Waktu terus berjalan. Jika langkahnya lamban, bukan mustahil Green Force harus memulai dari nol. Dan itu risiko yang terlalu besar untuk ambisi mereka di kompetisi mendatang. (")

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar