Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mencatat penguatan tipis pada perdagangan Selasa (16/6/2026), meskipun pergerakan mata uang di kawasan Asia dan Eropa masih menunjukkan arah yang beragam. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka naik lima poin atau sekitar 0,03 persen ke level Rp17.704 per dolar AS, dibandingkan posisi penutupan sebelumnya yang berada di angka Rp17.709 per dolar AS.
Di kawasan Asia, pergerakan mata uang regional terpantau bervariasi. Sejumlah mata uang berhasil mencatatkan penguatan terhadap dolar AS, dengan rupee India (INR) memimpin kenaikan sebesar 0,42 persen. Selain itu, peso Filipina (PHP) naik 0,11 persen, yen Jepang (JPY) menguat 0,09 persen, won Korea Selatan (KRW) bertambah 0,04 persen, dan dolar Hong Kong (HKD) naik tipis 0,03 persen.
Sementara itu, beberapa mata uang Asia lainnya justru berada di zona merah. Ringgit Malaysia (MYR) mencatat pelemahan terdalam dengan koreksi 0,19 persen, disusul dolar Taiwan (TWD) yang turun 0,09 persen, yuan China (CNY) melemah 0,05 persen, serta dolar Singapura (SGD) dan baht Thailand (THB) yang masing-masing terkoreksi 0,03 persen.
Kondisi serupa juga terjadi di pasar valuta asing Eropa. Pound sterling (GBP) memimpin penguatan dengan kenaikan 0,10 persen, diikuti euro (EUR) yang menguat 0,04 persen terhadap dolar AS. Namun, di sisi lain, sejumlah mata uang Eropa justru bergerak melemah. Krona Swedia (SEK) turun 0,15 persen, franc Swiss (CHF) terkoreksi 0,08 persen, dan krona Denmark (DKK) melemah tipis sebesar 0,04 persen.
Artikel Terkait
Bursa Asia Bervariasi Menanti Keputusan Suku Bunga BoJ dan RBA
Laba Bersih BTN Melonjak 54,37 Persen hingga Mei 2026, Tembus Rp1,85 Triliun
IHSG Berpotensi Normalisasi ke 7.229 Setelah Koreksi Terdalam Ketiga dalam Sejarah
Danantara Klaim Pertemuan dengan 122 Investor AS Pulihkan Kepercayaan Pasar Global terhadap Ekonomi Indonesia