Jakarta Diguncang Isu Pergantian Pemain Asing Persija
Persaingan di puncak klasemen Super League 2025/2026 memang panas. Tapi, perhatian publik tiba-tiba beralih ke Kemayoran. Dari markas Persija Jakarta, kabar mengejutkan berhembus: manajemen klub hampir pasti akan melepas dua pemain asingnya begitu musim ini berakhir. Padahal, Macan Kemayoran saat ini masih kokoh di posisi ketiga, mengintai Persib dan Borneo FC di atas. Lantas, siapa yang akan jadi korban perombakan skuad ini?
Bambang Pamungkas, sang Direktur Olahraga, membenarkan bahwa pembicaraan internal sudah berlangsung. Menurutnya, daftar nama pemain yang akan dipertahankan dan yang akan dilepas sudah ada di meja.
“Nama-nama itu sudah ada dalam kantong kami. Kami sudah diskusikan siapa yang akan dipertahankan dan siapa yang tidak. Semua opsinya sudah kami bahas,”
ujar Bepe, sapaan akrabnya. Dia memang enggan menyebutkan nama-nama spesifik. Namun, dia memberi bocoran kapan keputusan final akan dijatuhkan: setelah Lebaran nanti. Tampaknya, manajemen ingin benar-benar matang sebelum menentukan langkah strategis untuk membangun tim yang lebih tangguh tahun depan.
Kalau dilihat dari performa, ada dua nama yang kemungkinan besar akan tetap berseragam putih-merah. Duo asal Brasil itu, Maxwell Souza dan Allano Lima, kontribusinya sulit diabaikan. Maxwell, misalnya. Dia sudah main di 23 pertandingan dan menjadi mesin gol utama dengan 13 gol. Kehadirannya di lini depan benar-benar vital.
Allano Lima, bersama Fabio Calonego, juga tampil cukup konsisten. Mereka masing-masing sudah tampil 21 kali. Allano mencatatkan 6 gol, sementara Fabio menyumbang 5 gol. Statistik itu membuat mereka sulit untuk digantikan begitu saja.
Namun begitu, ceritanya berbeda untuk dua pemain asing lainnya. Paulo Ricardo dan Jean Mota disebut-sebut sedang di ujung tanduk. Performa mereka dinilai kurang memuaskan. Faktanya, Paulo Ricardo cuma main dua kali sepanjang musim. Jean Mota pun tak jauh beda, hanya tiga kali turun ke lapangan. Kontribusi mereka yang minim inilah yang membuat posisinya goyah.
“Semua masih bisa berubah,” tambah Bambang Pamungkas menegaskan. Evaluasi menyeluruh baru akan dilakukan usai Lebaran. Bagi Bepe, ini soal prioritas. Membentuk tim untuk musim depan adalah pekerjaan rumah yang besar, dan keputusan apapun harus mengarah pada kemajuan tim.
Dengan persaingan yang makin sengit, persiapan yang teliti adalah kunci. Persija jelas tak mau ketinggalan. Jadi, para pendukung Macan Kemayoran sebaiknya bersiap. Perubahan besar di tubuh skuad sangat mungkin terjadi, dan musim depan bisa jadi akan terasa berbeda.
Artikel Terkait
Persib Bandung Balikkan Keadaan, Kalahkan Bhayangkara 4-2 dan Rebut Puncak Klasemen dari Borneo FC
Tim Uber Indonesia Kalahkan Denmark, Tantang Korea Selatan di Semifinal
Pedrosa Prediksi Duel Bezzecchi vs Marquez di MotoGP 2026, Martin Jadi Kuda Hitam
Bruno Moreira Diuji di Empat Laga Sisa: Kapten Persebaya Harus Buktikan Diri di Tengah Standar Tinggi Bernardo Tavares