Pemerintah Tahan B40 Sampai 2026, B50 Ditunda Gara-gara Harga CPO Melebar

- Kamis, 15 Januari 2026 | 14:40 WIB
Pemerintah Tahan B40 Sampai 2026, B50 Ditunda Gara-gara Harga CPO Melebar

Pemerintah akhirnya memutuskan untuk tak buru-buru. Mandatori biodiesel B40 akan dipertahankan setidaknya hingga akhir 2026. Jadi, wacana naik ke B50 untuk sementara ditunda dulu.

Alasannya? Dinamika harga minyak mentah dunia dan crude palm oil (CPO) dinilai belum mendukung. Kondisinya belum kondusif untuk menaikkan bauran itu sekarang. Menurut Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, kebijakan B40 ini tetap jadi acuan pemerintah sampai 2026 nanti.

Nah, terkait pendanaan, ada kebijakan baru yang bakal menyertainya. Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) berencana menaikkan pungutan ekspor CPO. Awalnya 10 persen, nanti di Maret 2026 akan jadi 12,5 persen. Produk turunan sawit lainnya juga kena, naik 2,5 poin persentase.

Sebenarnya, isu B50 sempat mencuat. Rencananya mau diluncurkan paruh kedua 2026. Tapi Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan, implementasinya sangat bergantung pada selisih harga minyak mentah dan CPO. Kalau selisihnya belum ideal, ya nggak bisa dipaksakan.

Dengan situasi harga seperti sekarang, arahan dari Presiden Prabowo Subianto pun jelas: pertahankan B40 dulu. Sambil itu, persiapan infrastruktur dan kebijakan menuju B50 tetap jalan, tapi pelaksanaannya nanti saja.

Data dari Reuters per Selasa (13/1/2026) menunjukkan, selisih harganya memang sedang melebar. Kontrak CPO Malaysia pengiriman Februari 2026 terhadap ICE Brent untuk periode sama tercatat sekitar USD370 per ton. Angka ini naik dibanding Oktober-November 2025 lalu yang cuma sekitar USD300 per ton. Selisih yang makin besar ini jadi pertimbangan serius.


Halaman:

Komentar